BANTAH : Ir. H. Sutrisno dikonfirmasi usai Salat Malam di Musala Al Ikhlas Desa Bendo Kecamatan Pagu (Muhamad Mahbub / duta.co)

KEDIRI | duta.co – Tidak terima dituduh menggunakan anggaran bersumberkan APBD untuk kegiatan Salat Malam mencapai Rp. 1,4 miliar, mantan Bupati Kediri Ir. H. Sutrisno yang juga Ketua Tim Pertimbangan Percepatan Pembangunan (TP3) Kabupaten Kediri memberikan pernyataan tegas.

Bahwa apa yang disampaikan Komisi A DPRD dalam Rapat Dengan Pendapat (RDP) dihadiri camat se-Kabupaten Kediri, merupakan fitnah dan menuduh mereka (anggota dewan, red) adalah orang-orang munafik.

“Itu orang munafik yang bicara begitu. Orang yang tidak punya tuhan, orang tidak tahu sendiri kok, itu fitnah. Digaji saja saya tidak mau kok, malah di pendopo itu setiap Malam Jumat, terpaksa saya menyampaikan, itu uang saya pribadi loh setiap malam jumat saya suruh nagih ke perusahaan,” tegas Sutrisno dikonfirmasi kemarin usai acara.

Diberitakan sebelumnya, saat digelar RDP, dihadiri Pimpinan DPRD disampaikan bahwa kegiatan Salat Malam ini disediakan anggaran mencapai Rp. 1,4 miliar. Namun faktanya, para kepala desa tetap saja dimintai uang dan ditemukan bukti kuitansi sumbangan uang diberikan para kades.

“Salat Malam dianggarkan Rp. 1,4 miliar, kenapa kades dimintai sumbangan dan saya punya bukti kuitansinya,” jelas Sekretaris Komisi A, H. Masykur Lukman dari Fraksi Kebangkitan Bangsa.

Sutrisno : Mereka Tidak Takut Tuhan

BANTAH : Ir. H. Sutrisno dikonfirmasi usai Salat Malam di Musala Al Ikhlas Desa Bendo Kecamatan Pagu (Muhamad Mahbub / duta.co)

Pernyataan ini dibantah keras oleh Sutrisno, bahwa kegiatan dilakukan setiap dua hari sekali dan bila dirinya tidak berhalangan keluar kota, selalu diusahakan hadir. Saat dikonfirmasi, mantan bupati dua periode ini kembali menegaskan agar disampaikan keterangan ini.

“Jadi orang yang menghambat tahajud itu orang yang tidak ber-Tuhan, ini rasional loh. Sampaikan. Orang takut pada tuhan kok ini tidak takut kepada tuhan,” ucapnya.

Saat disinggung terkait jelang Pilkada, Sutrisno menegaskan jika putra dan menantunya tidak akan mau karena disibukan dengan banyaknya perusahaan.

“Tidak, dari putra kami juga tidak ada yang maju, karena perusahaannya banyak. Jadi apa untuk ngatur perusahaan saja bingung. Jadi Pak Eko, itu kan dari keluarga saya. Makanya saya menjagokan Pak Mujahid, karena yang mendahulukan moral, soalnya kalau nanti bupatinya tidak bermoral rakyatnya jadi remuk, Kediri demikian pesatnya pembangunan,” jelasnya.

Dukungan diberikan kepada pasangan Mujahid dan Eko Ediono ini pun, diharapkan merupakan ungkapan pribadi bukan sebagai Ketua TP3 atau sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan. Meski demikian sosok Kepala Kesbangpolinmas dan Sekretaris TP3 ini, diyakini akan mampu memimpin Kabupaten Kediri. (bub/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry