JAKARTA | duta.co – Penahanan musisi Ahmad Dhani bisa menjadi blunder besar bagi aparat penegak hukum. Apalagi terkesan hak-hak keluarganya ‘dikebiri’ habis. Perlawanan (perempuan) Mulan Jameela bisa menjadi bandul balik mengerikan.

Mulan Jameela sudah bergerak ke Kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (7/2). Ia tidak mengeluarkan sepatah katapun saat menuntut keadilan ke lembaga Hak Asasi Manusia ini.

Mulan ditemani jurubicara keluarganya, Lieus Sungkharisma dan sejumlah kuasa hukum. Mereka menuntut keadilan atas pemindahan penahanan Ahmad Dhani dari Rutan Cipinang ke Rutan Medaeng, Surabaya.

Pelantun lagu “Cinta Mati” yang mengenakan kerudung dan gamis hitam tersebut tetap bergeming saat awak media mengajukan pertanyaan.

Setiba di Komnas HAM, langkah kakinya seperti tergesa-gesa untuk segera memasuki ruang pelaporan. Saat bertemu dengan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, Mulan juga diam. Dia mempersilakan Lieus dan kuasa hukum untuk mewakili aduan tentang tuntutan keadilan yang ingin dia suarakan.

Usai pelaporan, Mulan tetap bergeming. Diserbu pertanyaan wartawan pun dia diam seribu bahasa. “Teh bagaimana perasaannya dengan kasus yang menimpa Ahmad Dhani?” tanya salah satu awak media televisi.

Keterangan foto brilio.net

Mulan diam dan hanya melempar senyuman. Lieus yang berada di sampingnya langsung menyambar pertanyaan itu. “Ya perasaannya sedih lah,” selorohnya.

“Biar Jurubicara keluarga saja yang ngomong,” sambung Lieus.

Lieus Sungkharisma menyatakan kedatangannya ke Komnas HAM hanya meminta kepada institusi yang memperjuangkan keadilan ini untuk menyuarakan agar Dhani bisa dibesuk oleh keluarga.

“Dhani ini bukan penjahat pak, dia cuma beda pandangan politik saja. Dia menyuarakan untuk satu periode saja yang sekarang langsung dilaporin,” kata Lieus.

Lieus merasakan peristiwa ini sebenarnya murni politik. Menurut dia, banyak yang melanggar UU ITE, namun hanya Dhani yang diperlakukan demikian. “Bayangkan pak, nahan satu hari saja orang yang tak bersalah, itu dosa pak. Makanya itu saya minta tolong Komnas HAM menindaklanjuti itu,” pungkas Lieus. (rmol)