TAPANULI TENGAH | duta.co — Memprihatinkan! Sudah terbaca jelas, kalau islah dikhianati, dampaknya lebih serius. Akan ada rebutan stempel di bawah. Kini tragedi itu berlangsung saat Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama (NU) Tapanuli Tengah yang digelar oleh Karateker bersama PWNU Sumatera Utara pada sabtu 17 Januari 2026 di Hotel Hasian.

Acara ini berakhir ricuh dan dibubarkan, setelah mendapat penolakan keras dari Badan Otonom (Banom) NU dan sejumlah MWC NU.

“Jangan main-main dengan kesepakatan islah. Apalagi ini jamiyah NU. Para sesepuh dan mustasyar sudah menyarankan islah, jalan terbaik mengakhiri konflik. Kalau gagal, pasti ada episode rebutan legalitas,” jelas Drs Abdul Kholik, warga NU Jombang kepada duta.co, Senin (19/1/26).

Seperti diberitakan ‎detikhukum.id, penolakan tersebut terjadi langsung di arena Konfercab. Banom NU menilai proses yang berjalan tidak transparan dan cacat prosedural, sehingga tidak layak dilanjutkan.

‎Ketegangan meningkat saat Banom NU meminta kesempatan menyampaikan keberatan. Adu argumen, cekcok, dan tarik-menarik mikrofon tak terhindarkan, sebelum akhirnya forum dihentikan.



‎Kader muda NU Tapteng, Waiys Al Kahrony Pulungan, mengatakan bahwa sikap Banom NU merupakan upaya menjaga marwah organisasi.

‎“NU bukan milik kelompok yang memiliki kepentingan tertentu secara sepihak, selama ini NU Baik-Baik saja di Tapteng dan akhirnya di Obok-obok . NU adalah jam’iyah yang diatur oleh AD/ART dan musyawarah, bukan pengkondisian yang dipaksakan,” tegasnya kepada detikhukum.id.

Tak lama setelah situasi memanas, Sekretaris Panitia Konfercab menyatakan kegiatan dihentikan, serta menjamin bahwa Konfercab tidak akan dilanjutkan ataupun dipindahkan ke lokasi lain. Pernyataan ini diperkuat dengan dokumentasi video.

‎Pasca pembubaran, Banom NU bersama MWC NU langsung menggelar konferensi pers, menegaskan penolakan terhadap Konfercab serta meminta PBNU turun tangan menyelesaikan polemik internal NU di Tapanuli Tengah.

“Penolakan Konfercab NU Tapanuli Tengah yang diselenggarakan oleh PCNU Karateker bentukan Tanfidziyah PBNJ, maka, PCNU karataker adalah PCNU ilegal. Konfercab NU pun juga ilegal,” tegas Waiys.

Menurut sumber duta.co awalnya ketua PCNU Samrul Hutabarat yang mantan ketua PC Ansor Tapteng diberhentikan dan dicaretaker kan oleh Ketua PWNU yang dinikai orang dekat nya GY, Samrul selama memimpin NU di Tapteng sangat bagus dan dia juga salah satu kepala dinas di Pemkab Tapteng, mungkin tidak bisa diatur atur ketua PW NU Sumut maka melalui usulan NU Sumut dicaretaker kan oleh GY.

“Ini alarm keras, bahwa, masih ada api dalam sekam di konflik PBNU. Kalau tidak segera terselesaikan khawatir akan menjadi sandungan serius perjalanan Muktamar ke 35 NU. Apa mesti dibiarkan keributan semacam ini terjadi di banyak PCNU?,” pungkas Cak Kholiq panggilan akrabnya. (net,mky)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry