“Berdasarkan informasi pemberangkatan jemaah haji akan dilakukan pada minggu ketiga bulan April 2026. Lazimnya makan waktu 70 hari.”

Oleh  Purwanto M Ali, Ketua PP GP Ansor 2005 – 2011

TERLEPAS masih terjadinya dinamika keributan internal PBNU yang belum selesai, namun satu kata kunci yang telah menjadi kesepakatan bersama antara Syuriyah dan Mustasyar PBNU adalah Muktamar NU ke 35 harus segera dilaksanakan oleh PBNU.

Dalam penyelenggaraan Muktamar NU ke 35 yang akan datang, ada dua isu penting yang menjadi diskursus di kalangaan para pengurus PBNU, yaitu soal lokasi dan waktu Muktamar NU.

Soal lokasi Muktamar, wacana yang berkembang terjadi tarik menarik akan di lakasanakan di Pulau Jawa atau di Luar Pulau Jawa. Apabila dilaksanakan di Pulau Jawa sangat banyak daerah dan pondok pesantren yang siap menjadi tuan rumah Muktamar.

Namun tampaknya, lokasi Muktamar NU ke 35 lebih cenderung dan berpotensi kuat akan dilaksanakan di Luar Jawa. Dan menurut salah satu Ketua PBNU, KH. Abdullah Latopada, disebutkan bahwa Rais Aam PBNU cenderung menginginkan Muktamar NU ke 35 diselenggarakan di NTB, lebih tepatnya di Ponpes Qomarul Huda, Bagu, Lombok Tengah, NTB.

Pondok Pesantren Qamarul Huda, yang diasuh oleh Tuan Guru Haji (TGH) Lalu Turmudzi Badaruddin, salah satu tokoh sepuh NU berpengaruh di Lombok, NTB; terletak di Bagu, Lombok Tengah.

Ponpes ini berdiri pada 1 April 1962 dan merupakan salah satu pusat pendidikan Islam terbesar dan tertua di NTB, dengan ribuan santri dan jenjang pendidikan lengkap mulai dari RA hingga perguruan tinggi.

Sedangkan Tuan Guru Haji Lalu Turmudzi Badaruddin merupakan Mustasyar PBNU dan kiai sepuh NU yang sangat dihormati oleh umat Islam serta pejabat negeri ini.

Beliau lahir pada 1 April 1936 di Bagu, Lombok Tengah, dan mendirikan Ponpes Qomarul Huda Bagu pada 1 April 1962, yang kini menjadi salah satu pusat pendidikan Islam terbesar dan tertua di NTB. Beliau juga dikenal dekat dengan ( Almarhum ) mantan Presiden Gus Dur dan sering disambangi oleh berbagai tokoh nasional.

Pemilihan lokasi Muktamar NU ke 35 di Ponpes Qomarul Huda, Bagu, Lombok Tengah NTB adalah pilihan yang tepat. Karena Belum pernah ada Muktamar NU yang dilaksanakan di Nusa Tenggara baik NTB maupun NTT.

Sejak pertama diselenggarakan di Surabaya pada 1926, lokasi Muktamar NU telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia, seperti Semarang, Pekalongan, Banjarmasin, Palembang (rencana yang gagal karena perang), Purwokerto, Makassar, dan Jombang. Muktamar ke-34 digelar di Lampung pada 2020.

Namun, pernah ada pra-Muktamar NU ke-33 zona Nusa Tenggara yang digelar di Lombok pada tahun 2015 dengan materi pembahasan seputar konsep “ahlul halli wal aqdi”. Sudah pernah berpengalaman menjadi tuan rumah pra Muktamar ke 33, kini saatnya NTB menjadi tuan rumah Muktamar NU ke 35.

Selain pertimbangan hal di atas, NU juga perlu menyesuaikan dengan visi pembangunan ” Indonesia Sentris ” yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah saat ini. Pembangunan yang sudah terlalu lama “Jawa Sentris” sudah mulai ditinggalkan. Dan NU sebagai batang tubuh bangsa dan negara ini, sudah semestinya juga turut memdukung visi pembangunan “Indonesia Sentris” dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan penting organisasi NU tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, namun mesti sudah lebih sering dilaksanakan di Luar Pulau Jawa.

Tentang wacana waktu pemyelenggaraan Muktamar NU ke 35 juga terjadi tarik menarik, antara sebelum jadwal ibadah haji 2026 atau setelah jadwal ibadah haji 2026. Dan soal waktu sebenarnya hanyalah persoalan teknis saja. Bukan hal yang prinsip. Karena itu diperlukan pertimbangan teknis yang rasional.

Untuk mempersiapkan even sebesar Muktamar NU yang akan dihadiri ribuan muktamirin dan puluhan ribu jamaah NU, serta melibatkan kehadiran para pejabat tinggi negara tentu diperlukan persiapan yang matang. Tidak bisa dilaksanakan dengan terburu-buru dan asal-asalan.

Selain itu, masih ada beberapa agenda rapat dan permusyawaratan organisasi NU yang mesti dilaksanakan sebelum dilaksanakan Muktamar NU, seperti Konferensi Besar dan Munas Alim Ulama NU dan kegiatan – kegiatan pra Muktamar lainnya.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, setidaknya dibutuhkan waktu 6 bulan untuk mempersiapkan Muktamar ke 35. Berkaitan wacana waktu Muktamar sebelum jadwal ibadah haji atau setelah jadwal ibadah haji, tampaknya yang lebih rasional secara teknis penyelenggaraan Muktamar NU ke 35 adalah setelah jadwal Ibadah haji.

Informasi resmi mengenai jadwal pemberangkatan haji Indonesia 2026 secara keseluruhan belum dirilis secara lengkap. Namun, berdasarkan informasi yang telah dikemukakan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, pemberangkatan jemaah haji akan dilakukan pada minggu ketiga bulan April 2026.

Dan berdasar data yang ada jadwal ibadah haji tahun-tahun sebelumnya, masa ibadah haji Indonesia memakan waktu sekitar 10 minggu atau sekitar 70 hari. Dan apabila kloter pertama pemberangkatan jamaah haji dilaksanakan pada minggu ketiga bulan April, maka diperkirakan kloter terakhir kepulangan jamaah haji adalah minggu pertama bulan Juli 2026.

Dengan demikian, pelaksanaan Muktamar NU ke 35 sudah bisa dilaksanakan pada minggu kedua, ketiga atau keempat bulan Juli 2026. Tentu, penyelenggaraan Muktamar NU pada bulan Juli 2026 masih dapat diartikan sebagai Muktamar NU yang dipercepat (disegerakan) sebagaimana keputusan dan kesepakatan bersama antara Syuriyah dan Mustasyar PBNU di Lirboyo. Karena bila mengikuti jadwal 5 tahunan Muktamar NU, semestinya Muktamar NU ke 35 dilaksanakan pada akhir Desember 2026.

Dengan demikian apabila Muktamar NU ke 35 dilaksanakan pada bulan Juli 2026 bertempat di NTB, adalah pilihan yang tepat dan rasional.

Kemayoran, 5 Januari 2026

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry