PROBOLINGGO | duta.co — Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur bersiap melaju cepat dalam merealisasikan program garapannya. Melalui rapat kerja yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Jadi Paiton Probolinggo dan pantai Pasir Putih Situbondo pada Sabtu dan Ahad lalu (3-4/4) semakin mempertajam fokus yang ingin digarap komisi ini.

“Fokus bidang garap kami tetap tiga, yaitu pemberdayaan ekonomi pesantren, pendampingan pelaku usaha kecil menengah, dan melahirka wirausahawan baru sebanyak-banyaknya,” kata H Noor Shodiq Askandar (Gus Sodiq), Ketua KPEU MUI Jatim pada Rabu (7/4).

Gus Sodiq menuturkan, tiga bidang tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus karena merupakan sektor riil ekonomi masyarakat. Kalau ketiganya kuat maka perekonomian masyarakat akan kuat. Kalau perekonomian masyarakat sudah kuat maka perekonomian nasional juga akan kuat dengan sendirinya.

Salah satu bukti serius KPEU dalam programnya, menurut Gus Sodiq, usai Raker di Pasir Putih pihaknya langsung menuju lokasi yang ingin dijadikan garapan awal. Sebuah rumah makan besar yang sangat strategis. Terletak di pinggir jalan nasional Surabaya-Banyuwangi dan di tepi pantai. Di seberang jalan hutan dan gunung. Halaman luas, bangunan besar dan luas. Rumah makan yang sudah tidak beroperasi itulah yang nanti akan diusahakan menjadi hak kelola KPEU MUI Jatim.

Menurut Gus Sodiq, rencana tempat tersebut akan dipergunakan untuk rumah makan seperti semula. Dilengkapi dengan rest area, ruang pamer produk-produk UMKM yang telah bersertifikat halal MUI, ATM, dan beberapa unit penunjang lainnya. Dalam pengembangannya nanti di belakang rumah makan akan disiapkan wisata air seperti jet ski dan speed boat, sedangkan di seberang jalan akan dibuka wana wisata seperti flaying fox dan sarana out bond lainnya.

KH Abdul Hamid Wahid (Gus Hamid) melanjutkan, KPEU MUI Jatim memang belum memiliki uang. Namun bukan berarti tidak ada harapan untuk mencapai keinginan. Apalagi ini untuk kepentingan umat. Ia yakin pastilah akan ada jalan. “Semoga segera dapat terealisasi,” kata Wakil Ketua KPEU MUI Jatim tersebut.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton tersebut, langkah pertama mendirikan rumah makan dan ajang pameran produk-produk UMKM bersertifikat halal MUI tersebut merupakan wasilah menuju tujuan utama, yaitu pemberdayaan ekonomi pesantren, pendampingan pelaku usaha kecil menengah, dan melahirka wirausahawan baru sebanyak-banyaknya, yang menjadi fokus bidang garap KPEU MUI Jatim. (s.han)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry