PELUNCURAN : Aditya Evan, Branch Manager Rumah Zakat Perwakilan Jatim dan Dwi Yuliani, Kepala Klinik Pratama RBG-RZ Surabaya dalam peluncuran infak.id di Surabaya Selasa (30/04/2019). (duta.co/ridho)

SURABAYA | duta.co-Kemajuan teknologi memberi banyak kemudahan, salah satunya untuk berinfak. Dan Rumah Zakat memanfaatkan dengan meluncurkan Infak.id  untuk memudahkan donatur dan masyarakat  lainnya berinfak. Tahun 2019 ini, Rumah Zakat menargetkan bisa menghimpun dana Rp 500 miliar secara nasional.

Aditya Evan, Branch Manager Rumah Zakat Jatim mengatakan  Infak.ID merupakan platform donasi online yang hadir dengan berbagai fitur pembayaran terkini. Platform tersebut untuk  memudahkan donatur dalam menitipkan dana infak atau sedekah.

“Tampilannya sangat mudah, transparan, setiap dana yang masuk secara otomatis langsung diperbaharui dan ditampilkan di layar, jadi terpercaya,” katanya di Surabaya, Selasa (30/4/2019).

Aditya Evan menambahkan bagi masyarakat yang ingin berdonasi sangat mudah. Platform Infak.ID menyediakan tiga cara berdonasi secara online melalui transfer, kartu kredit, instant payment dan QR Code.

“Pertama kita bisa scan barcode, Payment dan bisa juga dengan transfer, nominalnya pun tidak ada batasan,” ujarnya.

Namun untuk sementara ini, Infak.ID masih bekerjasama dengan empat pembayaran E-Wallet diantaranya, Link Aja, Doku, GoPay dan OVO. Barcode tersebut bisa dijumpai disejumlah tempat seperti tiang, cafe, rumah sakit, hotel, taman, sekolah dan lainnya.

Aditya Evan menambahkan Untuk Ramadan 1440 Hijriyah ini, Rumah Zakat mengambil tema Ramadan Berdaya. Rumah Zakat mengajak masyarakat menghidupkan Ramadan di desa melalui beberapa program utama seperti berbagi buka puasa bersama, kado lebaran yatim, bingkisan lebaran keluarga, syiar Quran, Ramadhan bebas hutang dan janda berdaya.

“Keenan program ini  diharapkan dapat mengulang kesuksesan Rumah Zakat tahun 2018 yang telah mampu memberikan kebahagiaan kepada 168.252 penerima manfaat di seluruh Indonesia,” jelas Aditya.

Rumah Zakat cabang Surabaya sendiri menargetkan 4.041 penerima manfaat dari ke-enam program tersebut dengan rincian, 3.112 berbuka puasa bersama, 365 kado lebaran yatim, 187 bingkisan lebaran keluarga, 313 syiar Quran, 64 janda berdaya dan senilai 32,4 juta Ramadhan bebas hutang.

Dengan ragam kegiatan ramadan dan berbagai penyaluran donasi yang terdiri dari empat program senyum juara (pendidikan), senyum sehat (kesehatan), senyum lestari (lingkungan) dan senyum mandiri (ekonomi).

Dari donatur yang masuk ke rumah zakat mayoritas retail atau individu sebesar 80 persen dan sisanya 20 persen berasal dari perusahaan atau komunitas.

“Penghimpunan donasi tahun lalu mencapai target dan berhasil mengentas 46 persen mustahik keluar dari garis kemiskinan. Donasi yang terhimpun semuanya disebarkan ke 30 juta penerima layanan. Kami optimis dengan diluncurkannya Infak.id akan semakin memudahkan masyarakat yang ingin bersodaqoh,” urainya Aditya. (imm)