Ketua 1 Yayasan Khadijah, Abdullah Sani didampingi Kepala SMA Khadijah Surabaya Mas Ghofar membuka gelaran MTC 2022, Sabtu (26/2/2022). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Moslem Teenagers Competition (MTC) digelar kembali tahun ini. Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai tidak menyurutkan langkah siswa SMA Khadijah Surabaya untuk menggelar acara tahunan ini.

Karena pembatasan sosial yang terjadi akibat melonjaknya kembali kasus Covid-19, seleksi awal digelar secara online.

Baru di babak final dilakukan secara hybrid. Itupun yang hadir offline hanya beberapa peserta yang masuk ke babak final.

“Kami menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Sehingga di babak final dan awarding tidak menghadirkan banyak orang,” kata Ketua Panitia MTC 2022, Naila Rahmah, Sabtu (26/2/2022).

MTC 2022 ada tujuh katagori lomba yakni tahfid, Islamic story telling, olimpiade matematika dan pendidikan agama Islam (PAI), film pendek, cipta cerpen dan bintang MTC.

Ketua 1 Yayasan Khadijah, Abdullah Sani mengapresiasi gelaran MTC yang digelar setiap tahun oleh siswa-siswi SMA Khadijah. Panitia-panitia yang terlibat dalam acara seperti itu bisa jadi pemimpin-pemimpin bangsa di masa depan.

“Di sini kita tidak hanya belajar teks tapi konteka. Kader-kader ini bisa me-manage, membuat acara sangat luar biasa. Mereka belajar bagaimana bersinergi, berkolaborasi yang nantinya akan bermanfaat bagi mereka ke depan,” jelasnya.

Melihat siswa-siswi SMa Khadijah menggelar MTC 2022 ini, Sani menegaskan mencerminkan generasi muda yang siap dengan keahlian menghadapi tantangan ke depan.

“Pada tahun 2045 saat 100 Indonesia merdeka, generasi seperti inilah yang bisa mengisi kemerdekaan ini. Semoga ramalan opakar pada tahun itu Indonesia menjadi negara maju keempat di dunia bisa terwujud,” jelasnya.

Kepala SMA Khadijah, Mas Ghofar menambahkan walau banyak keterbatasan, namun MTC 2022 ini berjalan sukses. Ada 142 peserta ikut ambil bagian dalam beberapa lomba yang digelar. Peserta itu dari berbagai SMP sederajad di Jawa Timur.

“Katagori yang diperlombakan juga bukan asal. Kami ingin anak-anak itu bisa membaca Alquran dan memahaminya, bisa melaksanakan sholat dan mengamalkannya serta bisa menjalankan kehidupan bersosial di masyarakat,” tukasnya. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry