SIDOARJO | duta.co – Komitmen PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim), distributor sepeda motor dan suku cadang Honda wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam mendukung kemandirian ekonomi penyandang disabilitas terus berlanjut melalui program MPM Berbagi. Tidak hanya memberikan bantuan awal, MPM Honda Jatim juga melakukan pendampingan secara berkelanjutan untuk membantu bengkel milik penyandang disabilitas mengembangkan usaha dan meningkatkan kualitas layanan.

Pada tahun 2026, MPM Honda Jatim kembali menyalurkan bantuan pengembangan usaha kepada empat bengkel difabel di Jawa Timur, yaitu Bengkel Angga Disabilitas Inspiratif dan Bengkel Las Kholis Mandiri di Blitar, Bengkel Inspirasi Rudi di Madiun, serta Bengkel Uber Motor di Pasuruan.

Program ini merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan MPM Honda Jatim. Tidak hanya menjangkau bengkel baru, dukungan juga kembali diberikan kepada bengkel binaan yang sebelumnya telah menerima bantuan. Bentuk dukungan disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan masing-masing usaha, mulai dari peralatan pendukung operasional, perlengkapan kerja, hingga tambahan suku cadang untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Pendampingan tidak hanya berfokus pada pemenuhan fasilitas usaha, tetapi juga peningkatan kompetensi para pemilik bengkel. Melalui kolaborasi dengan Disabilitas Motorcycle Indonesia (DMI), MPM Honda Jatim turut menghadirkan pelatihan keterampilan teknis yang melibatkan AHASS dan SMK TBSM binaan MPM Honda Jatim. Upaya ini diharapkan dapat membantu para pelaku usaha meningkatkan kemampuan, menjaga kualitas pekerjaan, serta mengembangkan layanan bengkel sesuai kebutuhan konsumen.

Vinensia Kenanga, Corporate Secretary Head MPM Honda Jatim, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk terus mendampingi pelaku usaha difabel agar dapat tumbuh dan mandiri.

“Dengan semangat Sinergi Bagi Negeri, kami ingin memastikan bahwa dukungan yang diberikan tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi berlanjut melalui pendampingan sesuai kebutuhan usaha. Kami percaya setiap pelaku usaha memiliki potensi untuk berkembang. Harapannya, bengkel-bengkel difabel ini dapat semakin mandiri, meningkatkan kualitas layanan, membuka peluang ekonomi, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Vinensia.

Manfaat pendampingan ini juga dirasakan oleh Rudi, pemilik Bengkel Inspirasi Rudi di Madiun, yang telah mendapatkan dukungan dari MPM Honda Jatim dalam beberapa tahap, termasuk bantuan pengembangan usaha dan pelatihan keterampilan teknis.

“Bantuan dan pelatihan yang diberikan sangat membantu saya dalam mengembangkan bengkel. Dari dukungan peralatan, suku cadang hingga pelatihan, semuanya memberikan manfaat untuk meningkatkan kemampuan dan pelayanan kepada konsumen. Saya berharap pendampingan seperti ini bisa terus berlanjut agar bengkel kami semakin berkembang dan mandiri,” ujar Rudi.

Dorong Kemandirian Usaha yang Berkelanjutan

Sejak diinisiasi pada 2019, program pemberdayaan bengkel difabel MPM Honda Jatim telah menjangkau lebih dari 25 bengkel milik penyandang disabilitas di Jawa Timur. Pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari dukungan sarana usaha, tambahan modal dalam bentuk peralatan dan suku cadang, hingga peningkatan keterampilan teknis.

Ke depan, MPM Honda Jatim berharap program ini dapat terus berkembang dengan pendekatan pembinaan yang berkelanjutan. Tidak hanya membantu bengkel memulai usaha, tetapi juga mendampingi penerima manfaat yang telah bergabung agar mampu mempertahankan dan mengembangkan usahanya.

Inisiatif ini sejalan dengan visi MPM Honda Jatim untuk memberikan dampak positif pada kehidupan melalui mobilitas yang cerdas dan integrasi sosial, sekaligus menjadi wujud kontribusi perusahaan dalam menciptakan ekosistem usaha yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas untuk berkembang. Imm