Mourin Chienci Lintong memberikan keterangan terkait transaksi arisan Meow yang dilaporkan ke Polda Jawa Timur

SURABAYA | duta.co – Perselisihan terkait arisan Meow berujung pada laporan ke Polda Jawa Timur. Ara Herawati, yang disebut sebagai pelapor, mengaku mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. Dalam perkara tersebut, Mourin Chienci Lintong disebut sebagai pihak terlapor atas dugaan penipuan dan penggelapan.

Menanggapi laporan tersebut, Mourin menyampaikan penjelasan mengenai riwayat keikutsertaan Ara dalam arisan yang dikelolanya. Ia menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan transaksi arisan menurun dan arisan flat, termasuk pembayaran yang menurut pengakuannya belum sepenuhnya terselesaikan.

Mourin mengungkapkan, Ara sebelumnya mengikuti arisan menurun dengan nilai relatif kecil. Menurut dia, Ara kemudian berhenti melanjutkan pembayaran dan masih memiliki kewajiban pembayaran yang perlu diselesaikan.

“Pihak Ara sendiri sekarang sudah berhenti melanjutkan pembayaran arisan menurun. Ara juga ada tanggungan pembayaran arisan menurun dan harus mengembalikan kepada saya,” ujar Mourin.

Selain arisan menurun, Mourin mengaku pernah menyelenggarakan arisan flat yang juga diikuti Ara. Ia menyebut Ara mengikuti arisan tersebut sebanyak 13 kali dengan nilai transaksi keseluruhan sekitar Rp1,9 miliar.

Menurut Mourin, berdasarkan penelusuran rekening koran miliknya, transfer dana dalam transaksi tersebut diketahui berasal dari rekening atas nama Juanda Kurniadi. Ia mengaku tidak mengenal Juanda dan tidak mengetahui hubungan antara Juanda dengan Ara.

“Setelah mencetak rekening koran, ternyata yang transfer itu Juanda Kurniadi. Saya tidak kenal dan tidak tahu siapa Juanda Kurniadi dan ada hubungan apa dia dengan Ara Herawati,” katanya.

Mourin juga menyatakan telah mentransfer dana sebesar Rp1,4 miliar ke rekening Ara. Ia mengakui masih terdapat selisih pembayaran yang menurut perhitungannya belum terselesaikan.

Ia menjelaskan, kesulitan pembayaran terjadi setelah sejumlah anggota arisan lainnya disebut tidak memenuhi kewajiban mereka. Mourin mengklaim terdapat 33 anggota yang bermasalah dalam pembayaran, dengan nilai kerugian yang ia perkirakan lebih dari Rp4,8 miliar.

Namun, angka-angka tersebut merupakan keterangan Mourin yang masih memerlukan verifikasi melalui dokumen transaksi dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Mourin menyatakan memiliki niat untuk menyelesaikan persoalan pembayaran secara bertahap. Ia juga membantah adanya niat menipu dan menjadikan transfer Rp1,4 miliar kepada Ara sebagai bagian dari penjelasannya.

“Saya sudah membayarkan Rp1,4 miliar kepada Ara. Saya ingin menyelesaikan kewajiban yang masih ada dengan cara mengangsur,” ujarnya.

Mourin turut menyampaikan pandangannya mengenai dana yang ditransfer Juanda Kurniadi. Ia mempertanyakan hubungan antara Juanda dan Ara serta dasar transaksi yang dilakukan. Meski demikian, hubungan hukum antara para pihak dan pihak yang berhak atas dana tersebut belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan keterangan satu pihak.

Mourin juga menyampaikan klaim mengenai kewajiban pengembalian dana oleh Ara kepadanya. Nilai dan dasar perhitungan kewajiban tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak Ara serta dicocokkan dengan bukti transaksi dan kesepakatan arisan yang ada.(gal)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry