Unit Manager Communication & CSR MOR V Jatim Bali Nusra, Rustam Aji (kanan depan) menyerahkan dana  modal usaha bagi petani tebu binaan PTPN XI di kantor Pertamina Surabaya, Jumat (22/11). Ikut menyaksikan Sugiarti selaku Kepala Divisi PKBL & CSR PTPN XI. DUTA/endang

SURABAYA l duta.co – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) V menyalurkan dana Rp 20 miliar. Dana corporate social responsibility (CSR) dan bina lingkungan ini  disalurkan untuk 263 petani tebu binaan PT Perkebunan NusantaravX.

Secara simbolis dana tersebut diserahkan di kantor Pertamina MOR V Surabaya, Jumat (22/11). Ini dilakukan sebagai bagian dari program sinergi BUMN.

Unit Manager Communication & CSR MOR V Jatim Bali Nusra, Rustam Aji mengatakan kerjasama dengan PTPN XI ini kedua kali dilakukan Pertamina MOR V.

Pertama pada 2017 dengan menyalurkan dana Rp 60 miliar untuk petani tebu binaannya. Dan yang kedua pada 2019 ini untuk musim tanam 2019 dan 2020.

Selain dengan PTPN XI, Pertamina MOR V juga menjalin sinergi serupa dengan PTPN X juga untuk penyaluran dana ke para mitra petani tebu.

“Biasanya ketika memasuki musim tanam petani tabu itu butuh modal. Dan PTPN kalau harus ‘nalangi’ banyak petani, mungkin tidak mampu. Makanya minta bantuan ke BUMN lain. Salah satunya Pertamina MOR V,” ujar Rustam di sela acara Penyaluran Program Kemitraan Sinergi BUMN Pertamina – PTPN XI, Jumat (22/11).

Program ini kata Rustam untuk tahun ini diberikan dalam jangka waktu dua tahun. Dengan bunga yang sangat rendah, diharapkan petani tidak akan dirugikan dan kesejahteraan juga meningkat. Apalagi, Pertamina tidak terlalu menekan petani untuk membayar jika memang ada kendala pembayaran disebabkan usaha yang menurun.

“Tidak seperti pinjam ke tempat lain atau ke rentenir, kalau telat sebentar langsung aset disita. Pertamina tidak begitu. Kami kasih kelonggaran asalkan di jangka waktu dua tahun semua harus lunas,” kata Rustam.

Program kemitraan ini juga menjadi wujud kepedulian Pertamina dan PTPN XI sebagai BUMN untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani tebu rakyat dan masyarakat sekitarnya serta dalam mendorong percepatan tercapainya program swasembada gula nasional yang dicanangkan Pemerintah.

“Ini merupakan kerjasama atau sinergi yang baik bagi kami sebagai produsen gula. Semoga sinergi ini dapat berjalan terus, sehingga petani – petani kami yang berjumlah ribuan dapat terus mendapatkan pinjaman modal melalui sinergi yang ada,” ujar Sugiarti, Kepala Divisi PKBL & CSR PTPN XI.

Di kesempatan yang sama, Pertamina juga mengadakan pelatihan Pengelolaan Keuangan di Era Digital yang diikuti lebih dari 100 peserta, dengan menghadirkan Lukas Setyawan, seorang praktisi yang telah berkecimpung lebih dari 5 tahun di industri keuangan.

Pelatihan ini merupakan upaya meningkatkan kemampuan pengelolaan literasi dan inklusi keuangan mitra binaan Pertamina. Dengan pelatihan ini, diharapkan para mitra binaan mengetahui pengelolaan keuangan yang baik secara administrasi pembukuan.

“Memahami laporan keuangan dapat dipahami dengan tiga cara sederhana, yakni laporan laba rugi, laporan neraca, dan laporan arus kas”, ujar Lukas menyampaikan materinya.

Uswatun Hasanah, pemilik usaha Batik Jokotole Collection Madura menunjukkan antusiasmenya dalam mengikut pelatihan yang diadakan oleh Pertamina tersebut.

“Pelatihan ini sangat membantu para pelaku UMKM seperti halnya saya dan membuka wawasan lebih luas serta pencerahan mengenai pengelolaan keuangan di usaha yang masing-masing orang jalani,” ujarnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry