TRENGGALEK | duta.co – Pondok Modern Hasan Munahir, Jati, Karangan, Trenggalek, menerima kehormatan menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Kegiatan bertajuk “Model United Nations sebagai Media Pembelajaran Praktik Diplomasi Internasional di Pondok Modern Hasan Munahir Trenggalek, Jawa Timur” ini menjadi pengalaman baru sekaligus inspiratif bagi para santri dalam mengenal dunia diplomasi internasional.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (15/6/26). Program tersebut diikuti oleh para santri dengan penuh antusias sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan mereka mengenai hubungan internasional, kepemimpinan, komunikasi, dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

“Melalui metode Model United Nations (MUN), para peserta diajak merasakan secara langsung bagaimana proses sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berlangsung. Santri berperan sebagai delegasi dari berbagai negara, menyampaikan pandangan, bernegosiasi, membangun kerja sama, hingga menyusun resolusi terhadap isu-isu global,” ujar Pimpinan Pondok Modern Hasan Munahir, Naufal Al-Dicky.

Dengan pendekatan yang interaktif dan berbasis praktik, imbuh dia, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, public speaking, diplomasi, dan kerja sama tim.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat dari dosen dan mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional FISIP UNESA dalam memperkenalkan pendidikan diplomasi kepada generasi muda, khususnya santri. “Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membangun kepercayaan diri santri agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi karakter utama Pondok Modern Hasan Munahir,” tambahnya.

Suasana kegiatan berlangsung hangat, aktif, dan penuh semangat. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi diskusi, simulasi sidang, hingga penyampaian argumentasi. Interaksi yang terjalin antara tim pengabdian UNESA dan para santri menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membuka cakrawala baru tentang pentingnya dialog, toleransi, dan kerja sama antarbangsa.

Pimpinan Pondok Modern Hasan Munahir menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Negeri Surabaya atas terselenggaranya kegiatan yang sangat bermanfaat tersebut. Diharapkan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas wawasan santri, serta melahirkan generasi muslim yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga siap berkontribusi dalam pergaulan dan diplomasi di tingkat global.

“Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal lahirnya santri-santri yang memiliki wawasan internasional, kemampuan komunikasi yang baik, jiwa kepemimpinan yang kuat, serta mampu menjadi duta perdamaian yang membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat dunia.” tutupnya.

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry