MENGHIBUR: Dua mahasiswa asing UMM ditemani salah satu staf Humas UMM menghibur anak-anak Disabilitas. (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co -Sejumlah mahasiswa asing Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menunjukkan kepeduliannya kepada sesama dengan mengunjungi sekaligus memgedukasi anak-anak dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC).

Difasilitasi mobil pintar UMM, mahasiswa asing yang berasal dari berbagai negara tersebut terlihat bermain, mendongeng dan membaca bersama Anak-anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Menurut Humas UMM, Muhammad Isnaeni (Krisna) bahwa selama bulan puasa kali ini, mobil pintar UMM ingin memberikan pengalaman baru kepada mahasiswa asing dengan mengajak mereka untuk mengedukasi adik-adik di YPAC.

“Kami ingin memberi pengalaman berbeda kepada mahasiswa-mahasiswa asing dengan berkunjung ke YPAC, dan berbuka bersama dengan anak-anak kebutuhan khusus,” ungkapnya, Jumat (17/5/2019) sore.

Terdapat 23 mahasiswa asing dari delapan negara yang turut serta dalam kegiatan yang digelar menjelang waktu berbuka tersebut. Tidak sebatas mengajak adik-adik YPAC membaca, mahasiswa asing ini juga mengajak mereka bermain, mendongeng, mengenal warna, mengenal tentang pendidikan, termasuk mengenalkan beberapa negara yang ada di dunia.

“Mahasiswa asing UMM juga kami libatkan, agar adik-adik dapat merasakan bahwa mereka punya saudara dari negara lain,” terang Krisna.

Mahasiswa asing juga sangat antusias saat mengetahui bahwa mereka akan dibawa berkunjung ke YPAC. Karena tidak banyak kegiatan yang seperti ini di negaranya, rata-rata di negara mereka tempat seperti ini sangat tertutup.

Sedangkan di Indonesia mereka bisa berkomunikasi secara langsung sehingga merasa lebih dekat dengan adik-adik yang memiliki kebutuhan khusus tersebut.

Lebih lanjut disampaikan Krisna, sebenarnya prinsip dari mobil pintar UMM sendiri adalah untuk memberikan wawasan, pemahaman dan menemani anak-anak bermain. Selain buku bacaan, mobil pintar UMM juga menyediakan audio visual dan sound system yang lengkap serta permainan tradisional.

“Melalui permainan tradisional kami ingin mengangkat kearifan lokal dalam mengedukasi anak-anak karena permainan tradisional merupakan bagian khazanah bangsa Indonesia,” imbuh Krisna.

Salah satu mahasiswa asing UMM asal Korea, Nare, menceritakan pengalamannya belajar bersama anak-anak YPAC.

“Saya senang bisa membantu adik-adik belajar membaca, dan bermain. Karena sebelumnya saya sudah belajar tentang bagaimana bermain dan merawat mereka. Semoga adik-adik terus sehat, dan bahagia selalu,” demikian doanya.

Sedangkan salah satu siswa YPAC, Sahrul, mengaku senang dengan kehadiran mobil pintar UMM. Karena melalui mobil pintar tersebut ia bisa menyalurkan hobi membaca.

“Saya suka buku cerita kancil dan doraemon. Biasanya satu hari saya baca satu buku,” ujar Sahrul yang bercita-cita menjadi pilot. (dah)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.