KECEWA : Warga berkumpul di Tugu Garuda Kecamatan Pare mengaku kecewa (duta.co/Andik Wijaya)

KEDIRI | duta.co -Beredarnya info di media sosial bahwa pawai mobil hias yang finish di Stadion Canda Bhirawa Pare membuat warga di sepanjang jalan yang dilintasi sangat antusias. Ada menjadi pedagang dadakan, bahkan pada beberapa simpul jalan, muncul penitipan parkir dadakan.

Saking semangatnya, beberapa memilih tidak bekerja di sawah dan merelakan diri kepanasan di tepi jalan raya. Sejak pukul 14.00 wib, ratusan warga terlihat bergerombol di Tugu Garuda Kecamatan Pelem, berada di depan RSUD Pare. Mereka menantikan puluhan mobil hias, bahkan ada perwakilan daerah lain yaitu Banyuwangi dan Bali turut berpartisipasi.

Namun ditunggu hingga pukul 16.30 wib, yang diharapkan tak kunjung tiba meski warga terus berdatangan bagai tak terbendung. Hal ini juga berefek kepada sejumlah media, mendapatkan sejumlah pertanyaan dari warga di Kabupaten Kediri bahkan ada beberapa dari luar kota seperti Blitar dan Jombang.

Menjelang Maghrib, mobil patroli Polres Kediri kemudian datang dari arah barat dan mengabarkan jika rencana mobil hias finish di wilayah Pare, akhirnya ditunda.

“Saya sudah menunggu sejak pukul 2 siang, mas. Apakah mobil hiasnya tidak jadi lewat sini,” tanya Maya, warga Desa Badas Kecamatan Pare. Pertanyaan ini juga disampaikan beberapa orang baik lewat pesan ataupun telepon.

“Saya juga banyak yang hubungi, jam berapa melintas Gurah? Terus jam berapa kira-kira sampai finish. Ternyata hanya sampai di SLG saja,” ujar salah satu wartawan, mengaku merasakan efek atas pembatalan lokasi finish.

Memang sesuai rencana awal, disampaikan Suwignyo, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri, dalam siaran pers menyampaikan lokasi finish hingga di SLG.

Namun pada pukul 11.00 wib, kemudian dilakukan perubahan dan pihak panitia menyampaikan ke Polres Kediri, rute diperpanjang dan finish di Kota Pare.

“Yang harus disalahkan bupatine kalau seperti ini, masak warga dibuat kecewa seperti ini. Kalau memang tidak jadi lewat, pihak terkait harusnya meminta maaf kepada masyarakat kediri, terutama Pare. Atas ulah mereka, membuat warga merasa kecewa sekali,” ujar Rudi, warga Desa Langenharjo Kecamatan Plemahan yang hadir bersama keluarganya. (and/nng)

 

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry