Imron Rosyadi (kiri) dan Gagah Mukti. (FT.IST)

SURABAYA | duta.co – Kabar pergantian Rektor Universitas Sunan Giri (Unsuri) ternyata mengagetkan alumni dan mahasiswa. Meski ruang kerja Rektor Dr Ir Gunawan Adji MT sudah ditempati HA Sudja’i SH MH (selaku PLT Rektor), ternyata, banyak pihak yang tak percaya dengan pergantian tersebut.

“Saya kaget membaca berita pergantian Rektor Unsuri. Kesannya misterius. Mengapa? Karena rektor yang diganti, tidak tahu. Tidak mengerti kalau dirinya diganti. Ini pasti ada masalah serius,” demikian disampaikan Imron Rosyadi, alumni Fakultas Syariah Unsuri (1997) kepada duta.co, Sabtu (15/6/2019).

Sebagai alumni, jelas Imron, dirinya merasa prihatin. Kampus Islam yang dibesut para kiai NU ini, mestinya, sudah berada di barisan terdepan dalam perkembangannya. Tetapi, kenyataannya, jauh panggang dari api.

“Terus terang, ‘sampul’ Unsuri sekarang masih bermasalah. Kampus ini dipegang orang-orang yang tidak paham dunia pendidikan. Tidak layak jual. Lebih mengerikan lagi, seakan menjadi tempat penampungan orang-orang bermasalah. Jika kondisi ini dibiarkan, Unsuri akan tamat,” jelasnya.

Diakui, bahwa, sebagai alumni, dirinya belum punya kepercayaan diri untuk ‘mengibarkan’ bendera almamaternya. “Menguliahkan anak sendiri ke Unsuri, jadi ragu. Kesannya kampus ini kurang serius. Padahal, kalau dikelola dengan baik, Unsuri memiliki potensi besar. Dana hibah berikut asetnya, tidak kecil,” tegasnya.

Seharusnya, tambah Imron, potensi kampus ini bisa dikelola dengan baik. “Ternyata selama ini tidak ada transparansi tentang penggunaan dana hibah tersebut. Seharusnya menurut peraturannya, penerima hibah di atas Rp 500 juta harus ada audit dari akuntan publik dan, harus dipublish secara umum. Itu rupanya tidak dilakukan oleh Yayasan sekarang,” jelasnya.

Hal yang sama disampaikan Pimpinan Umum (PU) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) ‘Akses’ Unsuri, Gagah Mukti. Ia nyaris tak percaya dengan kabar pergantian rektor. “Saya masih belum percaya kalau ada pergantian rektor. Pak Gunawan itu baik orangnya, kinerjanya sangat bagus,” terang Gagah melalui sambungan selulernya.

Mahasiswa semester 6 jurusan PAI ini, mengaku sudah membaca surat keputusan (SK) pemberhentian dan pengangkatan rektor baru. Meski demikian, dia masih belum yakin rektor yang menjadi kebanggaan mahasiswa ini, diganti. “Saya masih bertanya-tanya, benar nggak (SK) ini,” akunya.

SK Pemberhentian Rektor Dr Gunawan Adji yang sudah beredar di berbagai fakultas. (FT/IST)

Menurut Gagah, dirinya sudah melakukan komunikasi dengan Ketua Yayasan Unsuri Musyafak Rouf. Hasilnya, pemberhentian dan pengangkatan rektor baru itu, benar adanya. Cuma alasannya berbeda dengan yang tercantum di SK.

“Kata Pak Musyafak, Pak Gunawan diganti karena kurang aktif, itu alasannya mengapa diberhentikan. Tapi, kan di SK bukan itu alasannya,” jelasnya dengan nada tanya.

Karena masih simpang siur, Gagah berusaha melakukan klarifikasi dengan Gunawan. Hingga berita ini ditayangkan, Gagah mengaku belum berhasil menghubungi Gunawan.

Menurutnya, hasil klarifikasi dengan Rektor Gunawan akan menjadi dasar sikap mahasiswa nantinya. Apakah mahasiswa menolak penggantian rektor, atau menerima.

“Setelah memperoleh jawaban dari Pak Rektor Gunawan, baru kami rapat dengan mahasiswa untuk menentukan sikap,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Unsuri Musyafak Rouf kepada duta.co menjawab pendek perihal pemecatan Gunawan Adji dari jabatan rektor. Pun saat ditanya dasar pemecatannya. “Belum ada kepastian. Silahkan tanya saja ke yang memberi informasi (pemecatan),” ujarnya singkat.

Sumber duta.co di Unsuri membenarkan kabar beredarnya SK pemberhentian Rektor Gunawan Adji bernomor 031/YAY/DPs/UNS/V/2019 tertanggal  23 Mei 2019. Begitu juga SK pengangkatan HA Sudja’i sebagai PLT Rektor baru, No: 033/YAY/DPs/UNS/2019 tertanggal 24 Mei 2019.

“Ya! Kami memang menerima surat keputusan tersebut. Tetapi, kami tidak tahu, apakah Pak Rektor (Gunawan red) juga menerima hal yang sama,” jelas seorang dosen yang enggan disebut namanya. (azi)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.