Pertunangan dr Fabiyanus Lesmana dan Melati Tedja yang sangat mewah. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co — Sebuah perhelatan pertunangan yang memadukan kemewahan kontemporer, kekayaan filosofi budaya, dan instalasi seni mutakhir baru saja digelar di Surabaya.

Berangkat dari visi mendalam yang dibawa dr Fabiyanus Lesmana, lahirlah sebuah selebrasi bertajuk Reflections of Forever. Momen pengikatan janji suci ini diterjemahkan secara visual lewat karya dekorasi fenomenal, Reverie et Chromelle Harmony.

Konsep visual yang memukau ini merupakan hasil interpretasi kreatif dari Steve Pesik, Founder Steve’s Decor, seorang maestro yang telah berkarya lebih dari 32 tahun di industri dekorasi tanah air. Kolaborasi ini melahirkan sebuah tren baru yang belum pernah diterapkan sebelumnya di Indonesia untuk acara pertunangan.

Steve Pesik mengungkapkan sejak pertemuan pertama, dr Fabiyanus Lesmana telah menyampaikan dengan sangat spesifik mengenai atmosfer yang ingin ia bangun.

“Fabiyanus menginginkan sebuah ruang yang tidak hanya megah secara visual, tetapi juga memadukan unsur modernitas, penghormatan pada tradisi Tionghoa, dan memiliki kedekatan emosional yang dapat dirasakan oleh setiap tamu undangan,” katanya.

Visi tersebut kemudian dikristalisasikan Steve’s Decor menjadi pendekatan Mirror Chinese Modern. Bertempat di Casa Milieu Citraland Surabaya,  Kamis (9/7/2026), konsep ini memanfaatkan karakter ruang secara maksimal melalui permainan refleksi cahaya yang dramatis.

Tidak tanggung-tanggung, kemegahan tersebut ditopang oleh instalasi laser-cut stainless steel yang didatangkan khusus dari luar negeri.

Ruangan diselimuti oleh dominasi palet warna pink dan silver. Pilihan warna ini bukan tanpa alasan, pink membawa pesan kelembutan dan harapan baru, sementara silver menggaungkan kemurnian dan kokohnya sebuah komitmen.
Secara semantik, tema Reverie et Chromelle Harmony memiliki fondasi makna yang kuat yakni reverie melambangkan sebuah mimpi indah, chromelle diambil dari kilau material chrome yang melambangkan kekuatan modern, dan harmony sebagai simbol keseimbangan hidup.

Untuk mempertegas narasi tersebut, figur ikan koi dihadirkan sebagai simbol utama di dalam ruangan. Dalam filosofi Timur, ikan koi merupakan representasi dari kemakmuran, keteguhan hati, serta kemampuan luar biasa untuk berenang melawan arus—sebuah metafora indah bagi kedua mempelai yang siap menghadapi setiap dinamika kehidupan bersama.

Keanggunan Sang Puteri

Melati Tedja, sang mempelai perempuan, tampil mencuri perhatian.  Wanita yang menyandang gelar Puteri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan 2024 ini tampil memesona dalam balutan gaun mahakarya desainer Hani Tio, dengan arahan gaya (styling) dari Andreas Pao.

Gaun yang dikenakan Melati menampilkan siluet fitted yang mengekspos keanggunan bentuk tubuhnya, dihiasi dengan detail bordir dan floral embellishment yang rumit untuk merepresentasikan sisi feminin yang lembut dan elegan.

Namun, kejutan visual hadir lewat penambahan cape velvet berwarna merah maroon (maroon velvet). Sentuhan kontras ini seketika menyuntikkan karakter yang kuat, berkelas, sekaligus penuh wibawa pada penampilan Melati malam itu.

Melalui sinergi yang apik antara visi personal pasangan, kreativitas tanpa batas dari Steve’s Decor, keahlian rancangan Hani Tio, serta ketajaman gaya dari Andreas Pao, momen pertunangan dr. Fabiyanus Lesmana dan Melati Tedja ini berhasil naik kelas, dari sekadar seremoni formal menjadi sebuah pertunjukan seni yang bercerita.

Setiap sudut rancangan saling mengunci dan melengkapi, mengisahkan tentang bagaimana sebuah mimpi masa lalu kini mewujud jadi nyata, dan bagaimana tradisi mampu berdampingan dengan inovasi masa kini.

Acara yang berlangsung intim dan hangat ini ditutup dengan sebuah refleksi puitis dari sang mempelai pria tentang esensi sejati dari langkah besar yang mereka ambil.

“Pada akhirnya, refleksi terindah bukanlah apa yang tampak di dalam cermin, melainkan kehidupan yang dibangun bersama untuk selamanya,” kata Fabiyanus Lesmana. ril/lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry