PASURUAN | duta.co – Pemandangan miris bisa kita jumpai di perlintasan kereta api berpalang pintu di jalan raya mangkrengan, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Saat sirine berbunyi, petugas penjaga palang pintu perlintasan kereta api mulai memutar pedal untuk menutup pintu baik dari sisi kanan dan kiri, hingga posisi menutup dua lajur baik dari arah Pasuruan maupun sebaliknya dari arah Nguling.

Namun, beberapa detik setelah palang pintu ditutup dan bunyi sirine semaking kencang, bahkan kereta yang melintas dari arah timur semaking dekat, tidak sedikit pengguna jalan menerobos pintu perlintasan kereta api dan berhenti di depan rel kereta api. Apabila terjadi kecelakaan, dipastikan akan ada banyak korban jiwa.

Hasan, salah satu pengguna jalan yang berada di lokasi, sempat berteriak saat ada kereta namun tidak diindahkan. “Petugas penjaga palang pintu juga sempat memberikan isyarat agar menjauh karena khawatir perjalanan kereta terganggu dan khawatir terjadi kecelakaan,” ujarnya kepada duta.co, Jumat (17/10/25).

Hal senada disampaikan Ismail, salah seorang warga sekitar. Ia menuturkan kepada duta.co, menyerobot palang pintu seperti hal biasa.

“Saya ini orang sini sampai geli, khawatir pas apes terjadi kecelakaan karena terburu-buru dan melawan arus juga ini bisa dikategorikan melawan maut. Kalau bisa kita sebelum berkendara lebih me-manage waktu agar perjalanan lancar dan selamat,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Satuan Lalulintas Polresta Pasuruan Kota, AKP Yulian Putra Prasviawan, S.T.K., S.I.K., hingga berita ini terbit belum memberikan keterangan.

Pantauan duta.co, jalur tersebut merupakan daerah rawan kecelakaan blank spot. Semoga keluhan dari masyarakat segera ditindaklanjuti sesuai dengan slogan yang dimiliki Polri; “Polri Untuk Masyarakat”. (Puj)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry