Direktur PWNI Lalu Muhammad Iqbal (FT/rmol)

JAKARTA | duta.co – Bagaimana hati kita, saat mendengar 300 mahasiswa Indonesia dipekerjakan paksa di Taiwan? Sementara negeri ini menjadi surga tenaga kerja asing (TKA)? Miris! Itulah sebabnya, Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Perlindungan Warna Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) akan menyelidikinya.

Ini dilakukan setelah PWNI-BHI memperoleh laporan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei terkait dugaan mahasiswa Indonesia dipekerjakan secara paksa di sebuah pabrik.

“Menanggapi pengaduan tersebut KDEI Taipei telah berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memperoleh klarifikasi,” kata Direktur PWNI Lalu Muhammad Iqbal kepada wartawan, Kamis (3/1/2019).

Menurutnya, hasil pendalaman awal yang dilakukan KDEI Taipei diketahui situasi yang dihadapi para mahasiswa peserta skema kuliah magang di Taiwan berbeda-beda di delapan perguruan tinggi.

“Karena itu, KDEI Taipei akan melakukan pendalaman lebih lanjut guna mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh,” tutur Iqbal.

Kemenlu bersama Kementerian Perdagangan juga telah meminta KDEI Taipei untuk mendalami lebih lanjut informasi mengenai kondisi mahasiswa skema kuliah magang.

Selain itu, juga memastikan otoritas setempat mengambil langkah konkrit yang diperlukan dalam rangka melindungi kepentingan serta keselamatan para mahasiswa.

“Dan berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk menghentikan sementara perekrutan serta pengiriman mahasiswa skema kuliah magang hingga disepakatinya tata kelola yang lebih baik,” jelas Iqbal.

Jumlah Bisa Lebih Banyak

Beredar kabar berdasarkan hasil penyidikan Ko Chih-en seorang anggota parlemen Partai Kuomintang mendapati sebanyak 300 mahasiswa Indonesia yang menjalani kuliah di Universitas Hsing Wu dipaksa bekerja di sejumlah pabrik.

Mahasiswa tersebut berasal dari enam perguruan tinggi Taiwan yang diangkut truk ke kawasan industri yang merakit berbagai produk, salah satunya pabrik produsen lensa kontak.

PWNI BHI mencatat, saat ini diperkirakan terdapat 6.000 mahasiswa Indonesia di Taiwan, termasuk di antara sekitar 1.000 mahasiswa dalam skema kuliah magang di delapan universitas pada periode 2017-2018.

Iqbal menyampaikan, diperkirakan jumlah mahasiswa Indonesia di Taiwan akan terus meningkat seiring kebijakan New Southbond Policy otoritas Taiwan yang memberikan lebih banyak beasiswa melalui berbagai skema kepada mahasiswa dari 18 negara Asia. (wah,rmol)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.