KONDISI : Kepala Sekolah SDN Lopang III, Sapuan, beserta guru TK/Paud saat menunjukan kondisi sekolah yang sangat memprihatinkan (duta.co/ardhy)

LAMONGAN | duta.co – Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lopang III Dusun Mojorembun Desa Lopang Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan, untuk proses belajar dan mengajar murid serta guru sangat memprihatinkan.

Pantauan Duta di lokasi sekolahan, mulai dari ruangan TK/Paud Darmawanita III, dan Sekolah Dasar (SD) kelas satu hingga kelas enam kondisi temboknya retak-retak, atap bolong, plafon banyak yang ambrol serta bangunan sudah doyong.

“Untuk bangunan yang membujur ke utara sebetulnya sudah mendapat bantuan rehab sewaktu dijabat oleh kepala sekolah yang dulu, kurang lebih 15 hingga 20 tahun yang lalu, sedangkan untuk bangunan yang membujur ke barat, tiga lokal itu yang sekarang saya pinjamkan ke TK/Paud tahun 2010,” ujar Sapuan, kepala sekolah SD Negeri Lopang III Selasa (03/12/2019).

Dia mengatakan, waktu itu yang mengelola bukan pihaknya, yang dikelola adalah bantuan satu lokal yang ada di sebelah selatan yang masih bagus bangunannya.

“Seluruhnya adalah bantuan lama, namun setiap tahunnya kita benahi melalui bantuan dari komite secara mendadak insidentil, dan alhamdulilah komite sadar, karena takut terjadi kecelakaan terhadap anaknya dengan kondisi bangunan sekolah yang sudah rapuh itu,” tutur Sapuan.

Sapuan menjelaskan, tambal sulam ini dilakukan bukan bantuan uang dari Dana Alokasi Khusus (DAK) atau apa, melainkan uang patungan dari wali murid itu sendiri.

“Kalau yang untuk ruangan TK/Paud sama sekali belum dapat bantuan apapun untuk pembangunan sekolah, itu merupakan kebijakan dari kepala sekolah karena TK/Paud adalah cikal bakal, makanya saya mengalah dengan meminjami ruangan SD dengan cara mensekat,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, sudah berulangkali kepala TK/Paud mengajukan agar dilakukan pembangunan baik melalui PNPM yang ada di desa maupun ke instansi terkait.

“Hingga sekarang belum ada realisasi pembangunan apapun. Nah, kebetulan tadi bersamaan dengan Penilaian Kerja Kepala Sekolah (PKKS ) ada perwakilan dari korwil beserta seluruh pengawas melihat dengan mata kepala langsung bangunan sekolah yang reot itu, katanya akan dibawa serta diajukan keatas, untuk SDN Lopang III akan prioritas menjadi nomor satu, namun faktanya hingga sekarang hanya cukup menjadi nomor satu saja,” kesalnya.

Sapuan menyebutkan, untuk murid siswa dan siswi TK/Paud Darmawanita III ada sebanyak 35 anak, sedangkan untuk yang murid SD Lopang III ada 60 murid siswa dan siswi.

“Harapan saya, sekolah ini kan merupakan aset pendidikan khususnya di wilayah Dusun Mojorembun, mohon agar keluh kesah kami atas sekolah yang sudah reot ini direspon, dan benar-benar menjadi pertimbangan dari instansi terkait, terutama Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, apalagi sekarang akan memasuki musim penghujan dan banyak disertai angin kencang, takutnya ketika proses belajar sedang berjalan bangunan sekolahnya itu roboh.

“Sebetulnya ketika murid TK/Paud menempati tempat ruangan yang reot itu, pihak sekolah sempat dikomplain dan ditegur oleh wali murid, dikarenakan takut terjadi musibah sekolah ambruk seperti yang terjadi di Pasuruan beberapa waktu lalu,” terang Sapuan. ard

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry