LOMBOK | duta.co – Tiba-tiba Mina, dalam musim haji menjadi sangat sempit. Ada dua kemungkinan, jamaah haji asal Indonesia bertambah, dan menyempitnya area untuk Indonesia.

Padahal, layanan haji di Mina menjadi salah satu titik krusial pada penyelenggaraan haji tahun ini. Kuota haji yang kembali normal, bahkan bertambah, tidak dibarengi dengan penambahan fasilitas.

Akibatnya, jamaah haji berdesak-desakan saat berada di Mina. “Kita akan minta ke Saudi untuk mengukur ulang space jamaah di tenda agar sesuai kebutuhan,” terang Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis pada Rapat Evaluasi Layanan Akomodasi, Konsumsi, dan Transportasi Jamaah Haji di Arab Saudi.

Rapat ini digelar tiga hari, sampai Kamis 16 November di Lombok. Rapat diikuti pejabat eselon III dan IV Ditjen PHU, serta para Kabid Haji Kanwil Kemenag Provinsi se Indonesia.

“Ada celah agar muassasah melakukan tata ulang penempatan jamaah secara proporsional. Kalau ini berhasil, semoga bisa menambah space jamaah di Mina,” lanjutnya.

Sri Ilham menilai, kebijakan penambahan kuota belum memperhatikan daya tampung tenda dan toilet di Mina. Hal ini kemudian berdampak sistemik, salah satunya terkait penempatan jamaah haji non kuota.

Menurut Sri Ilham, karena tidak ada tempat, muassasah menempatkan jamaah non kuota di tenda jamaah haji Indonesia. Masalah ini tidak hanya dialami Indonesia, tapi juga negara lainnya, seperti Malaysia.

“Kita akan terus melakukan lobby dan negosiasi dengan Arab Saudi,” tegasnya.

“Ini akan kita angkat dalam pertemuan antar menteri,” lanjutnya.

Terkait tenda Arafah, Sri Ilham mengaku akan mengusulkan agar tahun depan pendinginnya bisa diganti dengan sistem verion seperti yang digunakan haji khusus. Harapannya, suhu dintenda akan lebih sejuk jika dibanding dengan menggunakan air cooler dan kipas angin. (kmg)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan