Anggota Komisi C DPRD Jatim, Mohammad Nasih Aschal.

SURABAYA | duta.co – Di awal tahun 2026, Panitia Khusus (Pansus) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DPRD Jawa Timur telah melakukan pemanggilan pertama terhadap sembilan BUMD beserta anak perusahaannya.
‎
‎Pemanggilan tersebut, dilakukan sebagai bagian dari evaluasi capaian kinerja operasional serta kontribusi BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Jawa Timur.
‎
‎Wakil Ketua Pansus BUMD sekaligus anggota Komisi C DPRD Jatim, Mohammad Nasih Aschal, menjelaskan bahwa saat ini pansus masih secara serius mendalami keberadaan dan kinerja BUMD di Jawa Timur, mengingat masa kerja pansus hanya berlangsung selama enam bulan.
‎
‎”Ada waktu 6 bulan untuk kita menyelesaikan tugas di Pansus dan Kita sudah bersepakat bahwa 6 bulan ini kita akan optimalkan untuk bisa mendapatkan gambaran secara utuh terkait keberadaan BUMD yang ada di Jawa Timur,” ujar Nasih, sapaan akrabnya, Rabu (21/1/2026).
‎
‎Nasih mengungkapkan, bahwa pansus saat ini telah melaksanakan pemanggilan terhadap perusahaan BUMD maupun anak perusahaannya. Namun hingga kini, pansus belum dapat menarik kesimpulan, karena masih ditemukan sejumlah catatan penting yang menjadi bahan pembahasan internal.
‎
‎”Dari beberapa kali pemanggilan secara materi memang itu belum mereka persiapkan dengan baik sehingga kita perlu melakukan pemanggilan ulang,” paparnya Ketua Fraksi Nasdem ini.
‎
‎Tak hanya soal materi, Nasih juga menyoroti posisi BUMD Jawa Timur yang dinilai masih tertinggal jauh dibandingkan BUMD di provinsi lain, seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah, terutama dalam kontribusi terhadap PAD.
‎
‎”BUMD di Jawa Timur ini masih sangat jauh sekali daripada provinsi yang lain. Sebutlah daerah Jawa Barat, DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Inilah yang kemudian membuat Pansus mengharuskan untuk bagaimana BUMD ini bisa digenjot sedemikian rupa agar bisa mengejar ketertinggalan itu (setoran PAD),” tegasnya.
‎
‎Dengan kondisi tersebut, Nasih menjelaskan bahwa target kerja Pansus BUMD sudah jelas, yakni mendorong BUMD agar lebih produktif dan mampu memberikan kontribusi PAD yang signifikan.
‎
‎”Sehingga target kita jelas bahwa BUMD ini kita ingin supaya bisa produktif, supaya bisa memberikan setoran PAD yang besar dan itu tidak bisa dilakukan kecuali dengan melakukan pembenahan-pembenahan di beberapa sektor BUMD,” katanya.
‎
‎Ia juga menilai bahwa secara usia dan pengalaman, keberadaan BUMD di Jawa Timur seharusnya sudah cukup matang.
‎
‎”Dan kita belajar bahwa BUMD ini sudah lama. Tentu kalau mau dibilang pengalamannya sudah matang, sudah banyak tetapi mungkin keseriusan yang hari ini yang perlu kita gugah,” tambahnya.
‎
‎Saat ini, pansus juga memberikan perhatian khusus terhadap anak perusahaan dari masing-masing BUMD. Menurut Nasih, sebagian besar anak perusahaan telah dipanggil untuk dimintai laporan kinerja.
‎
‎”Sudah dipanggil semua, hanya beberapa anak perusahaan yang belum ini kita genjot untuk kemudian kita panggil satu persatu agar semuanya bisa memberikan laporannya untuk kemudian kita evaluasi bersama,” pungkasnya. (rud)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry