All Stars Jakarta (jersey orange) berhasil menjadi pemuncak klasemen grup A dengan 6 poin usai melakukan head to head dengan All-Stars Surabaya (jersey hijau) di matchday ketiga, Kamis (25/6) yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus. All-Stars Surabaya menempati posisi kedua dengan poin yang sama. DUTA/ist

KUDUS | duta.co – Delapan tim sepakbola putri melaju ke babak perempat final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 usai menjalani matchday ketiga fase grup yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah pada Kamis (25/6/2026).

Tim-tim yang akan berlaga di fase knock out, Jumat (26/6/2026) adalah juara dan runner-up dari masing-masing grup, serta dua tim peringkat tiga terbaik yang ditentukan berdasarkan perolehan poin, serta selisih gol.

Delapan tim yang lolos ke perempat final kejuaraan yang digagas  Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut  adalah All-Stars Kudus, Semarang, Jakarta, Solo,
Tangerang, Surabaya, Yogyakarta, Malang.

Dari Grup A, meski sama-sama mengantongi 6 poin, All-Stars Jakarta berhasil menjadi pemuncak klasemen setelah menang head to head dengan All-Stars Surabaya, yang berada di posisi kedua.

Di Grup B, All-Stars Semarang sukses sebagai juara grup dengan membukukan 7 poin. All-Stars Solo melaju sebagai runner-up dengan mengemas 6 poin. Sedangkan dari Grup C, All-Stars Kudus berada di posisi teratas dengan catatan clean sheet 9 poin, mengikuti All-Stars Tangerang di peringkat kedua klasemen (6 poin). Sementara dua tim peringkat tiga terbaik adalah All-Stars Yogyakarta dan All-Stars Malang.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F Tiago menilai hasil drawing delapan besar yang berlangsung pada Kamis (25/6/2026) sangat menarik untuk disimak pertandingannya.

Menurut pelatih berlisensi UEFA Pro ini, delapan tim yang berlaga di perempat final, Jumat (26/6/2026) memang layak lantaran menunjukkan konsistensi sejak hari pertama kejuaraan. Terlebih akan ada tiga pertandingan rematch dan hanya All-Stars Surabaya vs All-Stars Solo yang baru berhadapan pada laga esok.

“Saya rasa cukup menarik dan di sini kita akan melihat bagaimana kecerdasan dari pelatih yang pernah mengalahkan rivalnya di fase grup, bagaimana mereka mampu mengolah timnya untuk tetap konsisten dan mampu membuat kejutan lagi kepada lawan. Sementara untuk tim yang pernah mengalami kekalahan itu bagaimana mereka bisa melakukan evaluasi dan punya momentum untuk kebangkitan di pertandingan berikutnya. Boleh dikatakan balas ya balas dendam ya lagi untuk beberapa tim,” ujar Jacksen usai drawing.

Sementara itu, untuk empat tim yang belum berhasil melangkah ke perempat final, Jacksen berpesan agar tidak berkecil hati. Pasalnya terdapat sejumlah nama dari yang terhenti di fase grup masuk dalam pantauan ia beserta jajaran tim talent scouting. Hal tersebut untuk membentuk dua skuad guna berlaga di SingaCup 2026, yakni satu tim berisi 18 pemain (kelahiran 2012 & 2013) dan satu tim beranggotakan 16 pemain (kelahiran 2014 & 2015).

“Saya bilang dari hari pertama kepada seluruh tim, bahwa di sini sebenarnya bukan hanya mengejar sebuah gelar juara saja, tapi bagaimana kita menciptakan pemain-pemain yang punya potensi untuk menjadi bagian dari masa depan timnas nanti. Sehingga yang tidak lolos tetap datang menonton seperti biasa, mempelajari bagaimana main di babak delapan besar, apa yang perlu teman-temannya lakukan lebih bagus lagi, sehingga di edisi berikutnya mereka bisa menjadi bagian dari babak delapan besar, semifinal, final, dan siapa tahu membawa gelar juara ke daerah masing-masing,” paparnya.

Delapan Besar Memanas

Menghadapi babak perempat final, All-Stars Surabaya akan bertemu All-Stars Solo yang merupakan runner-up tahun lalu. Pelatih Kepala All-Stars Surabaya, Sai Dong menyambut dengan optimistis. Meski begitu, ia mewaspadai momen kebangkitan anak asuh dari Maya Susmita di dua laga terakhir fase grup.

“Saya melihat tim Solo terus berproses ya. Dari kekalahan (di pertandingan pertama babak penyisihan), terus menang dua kali. Jadi cukup bagus lah ya. Pada prinsipnya kami akan tetap pada karakter permainan kami untuk pertandingan besok, hanya ada beberapa hal yang ditambahkan saja. Yang pasti kami akan mencoba pemulihan kondisi fisik pemain. Itu paling utama,” ujarnya.

Di sisi lain, Pelatih Kepala All-Stars Solo, Maya Susmita sedang dalam kepercayaan diri usai melihat progress yang ditunjukkan timnya di dua laga terakhir fase grup. Maka dari itu, dia tak ambil pusing ketika hasil drawing menentukan anak asuhnya bertemu All-Stars Surabaya di delapan besar.

“Dilihat dari pertandingan hari ini, kayaknya anak-anak mau lawan tim manapun siap. Saya sudah bilang, setiap hari akan seperti final. Jadi saya cuma minta anak-anak buat all out, percaya diri, biar mentalnya terasah. Karena mereka layak untuk mendapatkan hasil yang lebih baik jika melihat energi, usaha, dan pengorbanan mereka,” tuturnya.

Sementara itu All-Stars Jakarta akan melakoni pertandingan dejavu dengan All-Stars Malang di partai delapan besar. Pernah menerima perlawanan All-Stars Malang, Pelatih Kepala All-Stars Jakarta, Arifin memastikan tim asuhannya tampil penuh motivasi untuk kembali memenangkan pertandingan.

“Kami sudah menyiapkan strategi yang akan diterapkan. Kami harus waspadai semua pemain lawan dan tidak akan pernah meremehkan. Kami pastikan tidak akan memberikan celah sedikit pun untuk tim lawan,” bilang Coach Arifin.

Asisten Pelatih All-Stars Malang, Syamsul Huda optimistis penggawa All-Stars Malang mampu tampil maksimal setelah beradaptasi dengan atmosfer pertandingan tingkat nasional. Tim kepelatihan mengaku telah meracik formula taktik khusus untuk menghadapi All-Stars Jakarta di babak perempat final.

“Kami mewaspadai pemain gelandang, stopper dan kapten lawan yang tendangannya cukup keras. Saya akan arahkan agar tim bisa mengantisipasi shooting dari luar kotak penalti. Pemain kami dalam kondisi siap untuk kembali menghadapi Jakarta,” kata Coach Syamsul optimistis. ril/lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry