BERANI : Peserta workshop bersama pemenang lomba dan narasumber berfoto bersama (duta.co/M. Isnan)

KEDIRI | duta.co -Munculnya beragam isu berbeda di beberapa media, menjadikan Lembaga Pers dan Penelitian Mahasiswa (LP2M) Corong dalam Milad ke – 10, tertarik untuk membahasnya.
Workshop bertajuk Pers Mahasiswa di Tengah Percaturan Politik, disampaikan Ketua Paguyuban Lintas Masyarakat (PaLM) Kediri, Taufiq Al Amin di Aula Mahrus Ali Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri, Minggu kemarin.
Dalam menghadapi berbagai potensi isu beredar menjelang percaturan politik, pria yang aktif sebagai dosen, mengajak pers mahasiswa untuk cerdas membaca dan menggunakan media.  Ia menyinggung soal bagaimana kontruksi wacana yang dikembangkan banyak media saat Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu.
Dengan beberapa pemberitaan yang berbeda itu, menurutnya pers mahasiswa harus mampu menganalisanya.
“Pemaknaan suatu peristiwa tersebut menjadi suatu legitimasi untuk menggiring opini publik. Hal itu lah yang perlu diwaspadai. Persma harus membacanya dengan analisis wacana kritis,” terangnya.
Selain itu, pers mahasiswa sebenarnya memiliki potensi juga untuk membuat wacana tandingan. Dengan catatan, framing tulisan yang dipilih tidak melanggengkan kondisi yang timpang.
“Padahal selain mengkaji kalimat, analisa wacana kritis lebih merasuk ke pelaku media. Siapa pelaku media terkait mempengaruhi keperpihakan pemberitaan,” terang Taufik Al Amin.
Selain acara workshop bekerjasama dengan Harian Duta Masyarakat Biro Kediri ini, pada akhir acara digelar penyerahan penghargaan. Untuk lomba esai dipilih 2 tulisan terbaik, Ahmad Nahrowi dari Ponpes Al Mahrusiyah 3 sebagai juara pertama dan Arini Sabrina dari IAIN Pekalongan Jawa Tengah sebagai juara dua.
Sementara lomba karikatur bertema politik nasional, karya terbaik diraih Moh. Alvin Aziz, Mahasiswa Semester IV IAIT Kediri. Dalam kata penutup, Redaktur LP2M Corong, Nilu Farul Azzah berharap pers mahasiswa harus berani menuliskan setiap kebenaran. Bahwa insan jurnalis, tidak boleh takut untuk tetap menulis.
“Sesuai namanya kan Corong, jadi harus berani menuliskan kebenaran. Di ulang tahun yang ke sepuluh ini, kita semua berharap, teman-teman untuk berproses lebih dewasa, lebih maju, semakin rajin baca dan lebih berani untuk menulis,” pungkasnya. (ian/nng)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry