Dekan FK Unair, Prof Dr dr Eighty Mardiyan Kurniawati, SpOG SubSp Urogin memberikan plakat pada Prof Yeong Yeh Lee disaksikan Dr. Jongky Hendro Prajitno, dr., Sp.PD, K-EMD.FINASIM : Kepala Departemen Ilmu Penyakit Dalam (dua kiri) dan Wakil Rektor Unair, Prof dr M. Miftahussurur, MKes, Sp.PD-KGEH, PhD, Senin (19/1/2026). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Mikroplastik ditemukan dalam potongan usus dari pasien kanker usus dan radang usus besar di Malaysia. Hal itu dilakukan oleh Prof Yeong Yeh Lee,  Professor of Medicine and Consultant of Gastroenterology, Hepatology and Internal Medicine at Universiti Sains Malaysia.

Prof Lee mengatakan kandungan mikroplastik itu ditemukan dengan ukuran yang sangat kecil kurang dari 0,5 mili meter, yang tidak bisa dilihat dengan kasat mata.

“Ini satu hal yang serius dan menjadi isu global. Memang butuh penelitian lebih lanjut apakah benar mikroplastik menjadi salah satu  penyebab seseorang terkena kanker usus atau radang usus besar,” ujarnya usai pengukuhannya sebagai Adjunct Professor Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga (FK Unair), Senin (19/1/2026).

Namun yang pasti, jika benar mikroplastik ini menjadi salah satu penyebab, maka ini menjadi permasalahan serius. Karena mikroplastik ini melekat pada kehidupan manusia.  “Kandungan mikroplastik bisa dari minuman, bisa dari makanan laut bahkan dari udara yang kita hirup,” jelasnya.

Saat ini kata Prof Lee, penderita kanker dan radang usus besar itu sudah mulai banyak. Bahkan usia penderita jauh lebih muda dibandingkan sebelumnya. “Kalau dulu usia 60 baru bisa terkena kanker usus, sekarang usia muda bisa mengalami,” tukasnya.

Dari kasus ini, FK Unair khususnya bidang Gastroenteritis, Departemen Ilmu Penyakit Dalam akan menindaklanjuti dengan penelitian berkolaborasi dengan Prof Lee untuk memastikan apakah benar mikroplastik ini menjadi salah satu penyebab terjadinya kanker dan radang usus besar.

“Ini juga menjadi agenda kami untuk menindaklanjuti penelitian Prof Lee terkait mikroplastik pada pasien kanker usus dan radang usus besar ini,” kata  Wakil Rektor Unair, Prof dr M. Miftahussurur,  MKes,  Sp.PD-KGEH, PhD.

Prof Miftahussurur menjelaskan bahwa penelitian Prof Lee sangat banyak. Itulah mengapa FK Unair mengundangnya sebagai Adjunct Professor. Prof Lee dikenal luas atas kontribusinya dalam riset terutama mengenai gastroenterology dan hepatology.

Prof Lee meraih gelar Dokter (MD) dari Universiti Sains Malaysia dan gelar Doktor (PhD) di University of Glasgow, United Kingdom, dan telah memimpin berbagai penelitian penting dalam bidang gastroenterology dan hepatology. Penelitiannya telah memperkaya pemahaman dunia tentang perubahan kesehatan saluran cerna di kawasan asia tenggara.

Selama kariernya, Prof  Lee telah menerbitkan lebih dari 340 artikel ilmiah di jurnal bereputasi tinggi, termasuk Gastroenterology dan Gut, serta beberapa bab buku dan buku teks, serta meraih berbagai penghargaan bergengsi, dan lembaga riset global. Kolaborasinya dengan para peneliti lintas negara mencerminkan dedikasinya dalam membangun kemitraan ilmiah internasional.

Dekan FK Unair, Prof Dr dr Eighty Mardiyan Kurniawati, SpOG SubSp Urogin mengatakan pengukuhan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama riset antara FK Unair dan University Sains Malaysia, khususnya dalam bidang gastroenterology dan hepatology, serta mendukung program publikasi bersama, bimbingan riset, dan mobilitas akademik.

“Ini bukan sekadar seremonial tapi merupakan bentuk komitmen untuk FK Unair. Dengan adanya Adjunct Professor ini sebagai Langkah menuju internasionalisasi untuk menjadikan Unair sebagai kampus bertaraf internasional,” tuturnya. ril/lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry