MIGOR CURAH: Migor curah disejumlah pasar di Kabupaten Madiun, alami penurunan lumayan. Hal itu terjadi lancarnya pasokan, tampak Kepala PBM Sadimin dan pedagang memegang migor curah dan non subsidi. (DUTA.CO/Agoes Basoeki)

MADIUN | duta.co – Pantauan sejumlah pasar di Kabupaten Madiun seperti Pasar Mejayan Baru (PMB), Pagotan, Dolopo Jiwan, khusus harga minyak goreng (migor) mulai alami penurunan, Sedangkan, komoditas lain seperti daging dan Kedelai stabil, migor curah alami penurunan sejak awal pekan ini.

Demikian disampaikan Kabid Pengelolaan Pasar, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun Raswiyanto, usai melakukan pantauan dan menerima laporan dari sejumlah pasar, Kamis, 24/2/2022). Ia mengatakan kebutuhan lain yaitu daging, gula dan kedelai normal.

“Hanya migor curah alami penurunan, migor non subsidi dijual pedagang sesuai dipatok pemerintah. Sedangkan, migor non subsidi dijual tergolong masih tinggi diatas Rp 20 ribu/liter,” ujarnya didampingi Kepala PBM Sadimin.

Sedangkan, tambahnya, daging juga stabil Rp 120 ribu/kg, bahkan di Pasar Dolopo daging mencapai Rp 115 ribu/kg. Kebutuhan daging stabil ditopang dari peternak setempat, sehingga tidak perlu daging dari luar kecamatan pasar itu berada .

“Migor curah alami penurunan sejak Senin (21/2/2022) lalu, jika sebelumnya pada akhir pekan lalu menyentuh Rp 19 ribu/ liter menjadi Rp 15.500/liter. Penurunan akibat lancarnya kiriman, sedangkan migor biasa harga masih tinggi. Sebab, saat kulakan harga juga tinggi, dijual Rp 24 ribu per botol besar,” jelas Sulastri pedagang PBM.

Menurutnya penurunan migor curah, disebabkan pasokan berjalan lancar tidak seperti pekan-pekan sebelumnya. Kelancaran itulah membuat migor curah alami penurunan harga. Untuk migor subsidi, dijual sesuai patokan pemerintah Rp 14 ribu/liter.

Pedagang daging sapi di PBM Karni menyampaikan tidak berani menstok daging banyak, maksimal 10 kg per hari. “Stok bisa bertambah, jika ada pesanan. Stok 10 kg saja, sesekali masih menyisakan 2-3 kg. Semoga harga daging tidak berimbas naik tajam seperti daerah lain,” ujarnya berharap. (ags)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry