Letkol Inf Mohamad Iswan Nusi SH, Komandan Kodim 0816 Sidoarjo, Dansatgas TMMD ke-106. (DUTA.CO//IST)
“Program TMMD betul-betul dapat dirasakan kehadirannya langsung oleh masyarakat, tercipta hubungan emosional kekeluargaan antara TNI dengan masyarakat, mampu mewujudkan Kemanunggalan TNI bersama Rakyat yang benar-benar hakiki.”
Oleh : Letkol Inf Mohamad Iswan Nusi SH*

TIDAK terasa! Sejak dibuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106, Rabu 2 Oktober 2019 oleh Gubenur Jawa Timur, Ibu Khofifah Indar Parawansa, MSi di lapangan Kecamatan Jabon, Sidoarjo, lalu, ditutup (Rabu 30 Oktober) di Alun-alun Kabupaten Sidoarjo dengan Inspektur Upacara Panglima Koarmada II Laksamana Muda TNI Heru Kusmanto, maka, terhitung 30 hari, sebanyak 150 orang peserta TMMD menyatu dengan masyarakat.

Walaupun kurang 1 hari lagi pelaksanaan penutupan TMMD, semangat bergotong royong, guyup, rukun, telah ditunjukkan Pasukan Satgas TMMD ke 106 bersama-sama masyarakat dengan penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

Suasana penuh kasih sayang ini, menunjukkan, bahwa, kehadiran TMMD sangat diterima, bahkan dinanti seluruh kalangan masyarakat, khusus masyarakat di Desa Kupang, Jabon, Sidoarjo.

TMMD, dulu sering kita kenal dengan istilah AMD (ABRI Masuk Desa). Program ini berjalan di era tahun 1980-an, dicetuskan pertama kalinya oleh Jenderal M Jusuf dengan tujuan membantu masyarakat menyelesaikan setiap permasalahan.

Lebih lanjut, AMD juga membantu memaksimalkan potensi desa, karena desa merupakan sumber atau penyuplai bahan-bahan baku pangan nasional, serta sebagai sumber ketenagakerjaan.

Keberhasilan ABRI Masuk Desa menjangkau pelosok-pelosok desa di beberapa wilayah di Indonesia tidak lepas dari konsep kemanunggalan dengan rakyat yang telah menjadi ciri khas jati diri dan kepribadian ABRI yang dilahirkan dari rakyat, sebagaimana tertulis pengubahan istilah dari AMD (ABRI Masuk Desa) ke TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) berjalan seiring reogranisasi ABRI pada masa reformasi (1999).

Dengan berjalannya waktu, TMMD merupakan salah satu program terpadu TNI khususnya TNI AD dan pemerintah daerah yang bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan infrastruktur di daerah, dengan harapan kesejahteraan masyarakat di daerah juga akan meningkat.

Selain sasaran pokoknya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah, TMMD juga bertujuan pembinaan keamanan wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah khususnya di pada daerah-daerah yang belum terjangkau pembangunan pemerintah pusat maupun daerah.

Kemanunggalan TNI bersama Rakyat yang Hakiki

Hal ini sangat selaras dengan program pemerintah, dimana Presiden Republik Indonesia Ir Joko widodo dan Wakil Presiden Muhammad Yusuf Kalla (saat itu) telah mencetuskan sembilan program pemerintah yang disebut Nawa Cita, diantaranya  membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

TMMD ke 106 TA. 2019 yang dilaksanakan Kodim 0816 Sidoarjo dilaksanakan selama 30 Hari yang terhitung mulai tanggal 2 sampai dengan 31Oktober 2019. Adapun Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke 106 ini didukung dengan kekuatan personel sejumlah 150 orang yang terdiri dari Staf dan Tim teknis Kodim 0816 Sidoarjo berjumlah 24 orang.

Dari Pemkab Sidoarjo 16 orang, Polresta Sidoarjo 2 orang, Batalyon Arhanud 8/MBC 38 orang, Batalyon Kaveleri 8/2/Kostrad 31 orang, TNI AL Lantamal V/Surabaya 31 orang, Tim teknis batalyon Zipur V/Brawijaya 3  orang, tim kesehatan Korem 084/Bhaskara Jaya dan Bintal Korem 084/Bj 2 orang.  Dalam Satgas TMMD ke 106 ini, sebagai Dansatgas adalah Komandan Kodim 0816 Sidoarjo (Letnan Kolonel Inf Mohamad Iswan Nusi,SH).  Selaku Dan SKK adalah Letnan Satu Arh Yoyok.

Terlepas dari Satgas TMMD ke 106 ini sebagai bantuan tambahan personel telah dikerahkan sebanyak 100 orang warga masyarakat Kupang yang setiap harinya membantu ikut bekerja membangunan sasaran fisik TMMD yang telah dikoordinir pihak aparatur desa setempat.

Tak kalah menarik dalam TMMD ke 106 ini para anggota Satgas TMMD bertempat tinggal di rumah-rumah warga. Ada 20 rumah warga, masing-masing ditempati sekitar 7-8 orang dari Satgas TMMD.

Anggota Satgas TMMD ini berbaur menjadi satu dengan pemilik rumah warga tersebut mulai dari makan bersama, membagi cerita pengalaman hidup bersama, dan seakan-akan telah dianggap sebagai keluarga sendiri.

Hal ini bertujuan untuk menyatukan persepsi dan pola pikir masyarakat bahwa keberadaan TNI dalam Program TMMD betul-betul dapat dirasakan kehadirannya langsung oleh masyarakat, tercipta hubungan emosional kekeluargaan antara TNI dengan masyarakat, mampu mewujudkan Kemanunggalan TNI bersama Rakyat yang benar-benar hakiki.

Ini selaras dengan thema TMMD ke 106 yaitu “Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa, Kita Tingkatkan Imunitas Bangsa Guna Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat”. Semoga bermanfaat!

*Letkol Inf Mohamad Iswan Nusi SH, Komandan Kodim 0816 Sidoarjo, Dansatgas TMMD ke-106.

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry