KULIAH PAKAR : Para pembicara dan peserta kuliah pakar dengan tema Peran Data dan Analisis Data dalam pengambilan kebijakan di Unusa, Senin (18/11). DUTA/istimewa

SURABAYA l duta.co – Pengelolaan data sangat penting dalam bidang kesehatan. Semakin banyak sektor pekerjaan yang membutuhkan keahlian mengolah data.

Sayang, ketertarikan mahasiswa terhadap ilmu yang berhubungan dengan angka, data, dan statistik hingga kini masih relatif minim.

Karena itukuliah pakar Program Studi S1 Kesmas Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengangkat tema Peran Data dan Analisis Data dalam Pengambilan Kebijakan.

Kuliah pakar yang digelar di Kafe Fastron, lantai 3 Tower Unusa, Kampus B, Senin (18/11) mengundang Data Scientist dari Unair, Mursyidul Ibad SKM MKes.

“Tak dipungkiri mata kuliah statistik ini memang jarang sekali peminatnya terutama di kesmas (kesehatan masyarakat-red). Kondisi ini terjadi di beberapa kampus. Dan, itu bukan kesalahan mahasiswa atau dosennya. Tinggal bagaimana menerapkan metode pengenalan agar mahasiswa tertarik dengan angka dan data,” kata Ibad.

Menurutnya, baik mahasiswa maupun dosen punya andil besar dalam menumbuhkan kecintaan pada data, setidaknya untuk diri sendiri. Artinya kalau sejak awal sudah tidak mau mendengar tentang data, maka otomatis mereka tidak akan tertarik masuk apalagi berhubungan dengan ilmu data.

“Padahal sebetulnya angka itu sendiri menarik untuk dianalisa. Kini semakin banyak teknologi dan pendekatan yang bisa dilakukan bidang statistik tersebut. Namun ternyata mahasiswa belum banyak yang mengenal, dan mereka butuh untuk proses itu,” katanya.

Ke depan, lanjut Ibad, bisa dilakukan pengenalan terlebih dulu tentang data, angka dan statistik secara sederhana. Seberapa pentingnya data dalam layanan dan pekerjaan; peluang pekerjaan terhadap kebutuhan ahli mengolah data; serta peran pengolahan data dalam penyusunan skripsi. Setelah itu baru dikenalkan terhadap angka. Jangan diawali dengan pengenalan dalam bentuk uji data.

“Struktur kurikulum di kesmas, teman mahasiswa itu dipaksa untuk tahu uji dulu, padahal itu njlimet dan membuat mereka akhirnya tidak tertarik dengan statistik. Berbeda jika pendekatannya dimulai dari menumbuhkan terlebih dulu rasa kecintaan terhadap data dan angka. Paradigma itu harus ditanamkan dulu, sehingga mindset mahasiswa menjadi tertarik. Mengolah data dan angka adalah sesuatu hal yang menyenangkan,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kaprodi S1 Kesmas Unusa Wiwik Afridah SKM Mkes mengatakan tema kuliah pakar yang mengangat tentang data, sesuai dengan kompetensi kesmas. Yakni salah satu peminatan biostatistisk yang mempelajari data dan peran data dalam mengambil sebuah kebijakan kesehatan masyarakat.

“Data itu banyak versinya, mulai angka, berita, gambar. Di bidang kesehatan, data yang ditampilkan seperti angka kematian ibu hamil, kekurangan gizi, data kehidupan seks kalangan remaja,” katanya.

Diakui Wiwik kompetensi peminatan biostatistik di kesmas masih sangat minim. Karenanya tahun ini kuliah pakar mengangkat tema data, terutama membidik mahasiswa semester 1 hingga 3 agar mencintai dan akhirnya memilih biostatistik,” katanya. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry