SAMBUTAN : Ketua GP. Ansor Kabupaten Kediri, Munasir Huda saat memberikan sambutan (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI| duta.co -Maraknya berita hoax diharapkan tidak mengakibatkan perpecahan di kalangan Umat Muslim, menjadi perhatian khusus, dalam kata sambutan Ketua GP. Ansor Kabupaten Kediri, Munasir Huda, dalam acara Majlis Dzikir dan Salawat Rijalul Ansor bertempat di Lapangan Kecamatan Puncu, Kamis (1/3).

Dihadiri ribuan jamaah meski sempat disambut hujan, tidak mengurangi berlangsungnya acara bersalawat ini. KH. MD. Yahya akrab disapa Gus Lik, sangat berharap bahwa Bangsa Indonesia bermayoritas Umat Islam untuk selalu menjaga toleransi dan berusaha menjaga silahturahmi dalam sehari – hari.

” Bahwa kita bukan Muslim yang datang ke Indonesia, namun kita lahir dan besar di negara telah muslim. Mari kita jaga toleransi dan menjaga silahturahmi dengan seluruh warga Indonesia, termasuk yang lain agama,” jelas Gus Lik.

Sosok ulama kharismatik ini, menjelaskan bagaimana negara barat saat ini dipusingkan dengan maraknya penggunaan handphone, merusak mental generasi muda. Begitu juga para perempuannya yang suka memakai pakaian tipis – tipis.

“Semoga ini menjadi hikmah kita, untuk tidak ditiru pengunaan telepon genggam yang saat ini dipusingkan pemerintah di negara barat sana. Pun demikian, perempuannya di sana yang suka memakai pakaian tipis – tipis. Mari kita jaga keluarga dan khususnya anak – anak kita,” imbuhnya.

Sebelum menutup kata sambutan, Gus Lik meminta seluruh Jamaah Rijalul Ansor untuk selalu mengkumandangkan takbir, agar pengajian ini semakin berkembang dan menjadikan negara ini kondusif. “Jangan pernah bosan niat mengkumandangkan takbir,” kata Gus Lik.

Sebagai penutup, para jamaah diajak berdoa demi keselamatan keluarga dan mendoakan anggota keluarga telah pergi meninggalkan kita. Hadir dalam acara ini, perwakilan Polres Kediri, Kodim 0809 dan Muspika Puncu. (nng)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry