LUBANG - Truk pengangkut galian C dianggap penyebab jalanan berlubang (duta.co/NANANG)
TETAP MELINTAS – Truk pengangkut galian C dianggap penyebab jalanan berlubang. (duta.co/NANANG)

KEDIRI | duta.co — Memasuki Tahun 2017, ketika sejumlah pengguna jalan menggeluhkan jalanan beraspal dipenuhi lubang, namun hilir – mudik truk yang memuat galian C seolah lepas dari pengawasan. Selain pasir Gunung Kelud, di sejumlah tempat lereng Gunung Wilis, juga terdapat aksi penambangan batu dan tanah.

Kapolsek Tarokan, AKP Juli Usman, ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/1/2017), mengaku telah melakukan pemantauan dan menginggatkan bila ada angkutan yang melebihi batas dan tidak dilengkapi dengan penutup muatan.

Jalanan beraspal yang penuh lubang, debu dan material berjatuhan cukup menggangu penglihatan pengguna jalan dan parahnya setiap hujan deras tiba, kawasan Jl. Raya Tarokan – Nganjuk selalu banjir, masih terlihat memasuki awal tahun ini. Menjadi ironis, kasus kecelakaan atas dampak jalan berlubang seolah lepas dari pengawasan pihak – pihak terkait dengan angkutan jalan raya.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Kediri, M Ferry Djatmiko mengungkap, pihaknya akan melakukan pengawasan dan penertiban apabila truk memuat galian C tersebut melintas di jalur – jalur protokol.

“Kita sebenarnya berkeinginan membuatkan jalur khusus untuk truk dan angkutan umum, namun sementara tidak ada pilihan kecuali melakukan pengawasan dan penertiban,” jelas Kadishub.

Terkait apakah penggalian tersebut tidak merusak ekosistem dan menjadikan bencana alam, Dandim 0809 Letkol (Inf) Purnomosidi, akan melakukan pengawasan atas perijinannya dan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk pengawasan di jalan raya.

Demikian juga Kapolsek Tarokan, mengaku akan menindaklanjuti keluhan masyarakat, bila ternyata berdampak hingga kerusakaan alam dan menjadikan banjir saat hujan deras.

“Laporan yang kami terima, semua bentuk penambangan galian C di wilayah hukum kami, dilengkapi perijinan komplit. Namun bila ternyata berdampak pada lingkungan dan menjadikan masyarakat resah, akan kami lakukan cek di lapangan,” jelas AKP Juli Usman. (nng)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan