BPJS : Para pengunjung mendapatkan penjelasan pendaftaran JKN-KIS (duta.co/humas)

KEDIRI | duta.co -Puluhan pengunjung memadati booth BPJS Kesehatan di hari terakhir acara Bazaar Blitar Djadoel, kemarin malam. Lewat booth bertema vintage ini, BPJS Kesehatan memberikan layanan pendaftaran, perubahan data, pemberian informasi, serta penerimaan keluhan kepada peserta dan calon peserta yang berkunjung.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Kota Blitar Sugiyanti menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan layanan kepada lebih dari 220 orang pengunjung selama pameran berlangsung sejak digelar Jumat lalu.

“Jumlah kunjungan terus meningkat setiap tahun. Antusiasime masyarakat terus bertambah sehingga acara tahunan ini tidak pernah sepi pengunjung. Dari data kunjungan kita bisa lihat bahwa pengunjung berasal dari berbagai wilayah. Kebanyakan pengunjung mampir kesini untuk bertanya syarat pendaftaran JKN-KIS,” jelas Yanti.

Yanti menambahkan, pihaknya selalu berpartisipasi dalam kegiatan serupa yang diadakan oleh Pemerintah Daerah. Hal ini dilakukan untuk mendekatkan diri kepada pelanggan. Hingga saat ini, jumlah peserta JKN-KIS di wilayah Kota Blitar telah mencapai 106 ribu jiwa atau sekitar 68 persen penduduk.

“Pengunjung bisa saja berasal dari wilayah yang tidak terjangkau sosialisasi secara langsung. Untuk wilayah belum terjangkau, kami mengandalkan media massa, tapi informasi yang bisa tersampaikan terbatas sekali.”

Melalui pameran, kami berupaya untuk menyapa peserta ataupun calon peserta secara langsung. Fokus kami pada pameran ini masih tetap memperkenalkan Aplikasi Mobile JKN. Tidak jarang pengunjung bertanya hal yang sebetulnya terjawab bila mereka sudah mengunduh aplikasi Mobile JKN.

Salah satu pengunjung pameran, Adicandra Handaru, menyampaikan apresiasinya terhadap BPJS Kesehatan. Candra menyampaikan bahwa ia pernah mengunduh aplikasi Mobile JKN, namun kesulitan saat login. Kesulitan ini pun tidak lagi ditemuinya saat didampingi oleh petugas BPJS Kesehatan.

“Sebelumnya saya salah menginput data saat login sehingga sistem tidak mendeteksi kepesertaan JKN saya. Tadi sudah dijelaskan oleh petugas dan ternyata mudah sekali bila pengisiannya benar. Berbekal aplikasi ini saya akan melakukan pindah faskes. Lebih baik lewat aplikasi ini daripada antri kekantor BPJS,” ujar Candra.

Hingga saat ini, perlu diketahui aplikasi Mobile JKN telah diunduh di 43 ribu perangkat di wilayah kerja BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kediri. Jumlah tersebut tersebar di wilayah Blitar, Kediri dan Nganjuk. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.