SURABAYA | duta.co –  Lantunan doa isrtighotsah dan sholawat mahalul qiyam itu, menutup acara Semi Final Lomba Baca Kitab Kuning PKS Jatim, di Museum NU, Kamis (2/12/21). Hasil akhir, santri dari Bawean jadi pemenang, Ialah Sholihan dari Pondok Pesantren Mambaul Falah Bawean. Ia menyisihkan 32 santri lainnya yang mewakili dapil masing-masing.

“33 santri yang tampil di tingkat Provinsi ini, sebelumnya sudah teruji di daerah masing-masing. Tetapi, karena kami (panitia LBKK PKS) membutuhkan yhang terbaik dari yang baik-baik itu, maka, juri memutuskan siapa yang akan dikirim ke tingkat nasional,”  demikian Muhammad Aziz, Ketua Bidang Pembangunan Keummatan dan Dakwah DPW PKS Jatim.

Di Semi Final ini, ia melanjutkan, kesemua pemenang yang mewakili dapil masing-masing, tetap mengalami seleksi, berlomba, dan dipilih 6 pemenang terbaik.  “Kami memilih juara 1 sampai 3 dan juara harapan 1 hingga 3. Namun hanya juara 1 yang akan kami kirim ke DPP untuk berlomba melawan peserta terbaik dari provinsi lain dari seluruh Indonesia,” terang Aziz.

JUARA: Sholihan dari Pondok Pesantren Mambaul Falah Bawean.

Seluruh peserta, jelasnya, seperti dalam lomba,  akan membuka kitab Fathul Muin sesuai dengan permintaan juri, lalu membacanya.  Kitab Fathul Muin ini merupakan kitab fiqh yang jadi rujukan hampir semua pondok pesantren di Indonesia.

Masih menurut Ustad Aziz, para peserta itu tidak hanya harus membaca dengan benar sesuai dengan kaindah nahwu shorof, tapi juga harus memahami apa yang isinya.  “Bahkan peserta harus juga bisa menjelaskan tentang berbagai hukum fiqh yang ada di kitab itu jika diaplikasikan dalam berbagai problematika kontemporer. Karenanya, saya yakin, para peserta ini adalah calon ulama-ulama besar nantinya,” ujar Aziz.

Aziz menjelaskan, kegiatan ini mendatangkan 3 dewan juri, yaitu KH Imamaul Arifin, KH Amanullah, KH Suud Amin. Kiai Imamul Arifin merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al Muntaha Al Kholiliyah Bangkalan. Pondok Pesantren ini milik KH Thoha Cholili, cicit Syaikhona Kholil, guru dari KH Hasyim Asyari dan KH Ahmad Dahlan, keduanya pendiri ormas terbesar Indonsia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Ucapan Selamat

Sedangkan Kiai Amanullah dan Kiai Suud dari Kementrian Agama Propinsi Jatim. Keduanya sudah mendapatkan sertifikat MQK atau Musabaqah Qiroatul Kutub yang sering jadi juri nasional kegiatan serupa.

Dari perlombaan ini, juri kemudian mengumumkan 6 peserta terbaik. Setelah Sholihan, Syifak Syaifuddin Ahmad dari PP Al Bidayah Jember sebagai juara 2 dan Ahmad Jauhari Nahari dari PP Roudhotul Maghfirah Poncokusumo Malang sebagai juara 3.

Sementara, Ahmad Faqih dari PP Mambaul Ulum Bata-bata Pamekasan, Mas Faiz Albar PP Al Falah Ploso Kediri dan Izzah Hashinah, PP Al Falah Rengel Tuban, diumumkan sebagai juara harapan 1, 2 dan 3.

Ketua DPW PKS Irwan Setiawan yang hadir dan memberikan hadiah secara langsung kepada Sholihan mengucap syukur dan memberi selamat kepada para pemenang. Ia berharap para peserta semakin menguatkan Jawa Timur.

“Semoga para peserta dari Jawa Timur ini bisa menjadi harapan bangsa ke depan, membangun Jawa Timur lebih baik dengan keilmuannya. Bisamillah, semoga Jawa TImur menang di tingkat nasional, mohon doanya,” harap pria 45 tahun yang pernah menjadi anggota DPRD Jawa Timur selama dua periode ini.(zi)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry