
Menurut Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat, Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA., kemenangan Spanyol tidak datang secara kebetulan.
Sebelum pertandingan dimulai, ia telah menganalisis bahwa Spanyol memiliki peluang lebih besar untuk menang karena tampil konsisten, memiliki kerja sama tim yang kompak, serta mental bertanding yang stabil.
Namun, ia menegaskan prediksi tetap merupakan sebuah analisis di atas kertas, bukan kepastian mutlak. Keberhasilan Spanyol menjadi juara merupakan buah dari proses panjang yang telah mereka jalani.
“Sebelum pertandingan dimulai, kita sempat membuat analisis bahwa Spanyol memiliki peluang besar untuk menang. Alasan rasionalnya jelas, mereka bermain sangat konsisten, punya kerja sama tim yang kompak, dan mental yang stabil. Namun, kita harus ingat bahwa prediksi tetaplah sebuah analisis di atas kertas, bukan kepastian mutlak. Hasil hari ini adalah buah dari proses panjang yang dilewati Spanyol. Kita bersyukur analisis tersebut tepat, tanpa ada rasa untuk menyombongkan diri,” ungkapnya usai nonton bareng (nobar) di Untag Surabaya.
Selain mengapresiasi keberhasilan Spanyol, Supangat juga mengajak masyarakat memberikan penghormatan kepada Argentina. Menurutnya, Argentina telah menunjukkan perjuangan luar biasa hingga menit terakhir sehingga kekalahan tersebut sama sekali tidak mengurangi nama besar mereka sebagai lawan yang tangguh.
“Dari perjuangan kedua tim, kita bisa belajar untuk menjadi pribadi yang humanis dan menghargai keberagaman. Perbedaan gaya main dari dua negara ini justru membuat pertandingan menjadi sangat indah untuk dinikmati bersama. Kemenangan sejati tidak datang tiba-tiba, tapi lahir dari proses yang matang, disiplin, dan keberanian untuk mengambil keputusan penting,” imbuh Supangat.
Lebih lanjut, ia menilai pertandingan ini mengajarkan pentingnya menjadi pribadi yang humanis dan menghargai keberagaman. Perbedaan gaya bermain yang ditunjukkan Spanyol dan Argentina justru menghadirkan pertandingan yang menarik sekaligus menjadi bukti bahwa perbedaan dapat menciptakan keindahan dalam olahraga.
Nilai-nilai tersebut, lanjut Supangat, sejalan dengan karakter yang terus dibangun di Untag Surabaya. Sivitas akademika didorong menjadi pribadi yang berani menghadapi tantangan dan kompeten di bidangnya.
Pertandingan ini juga menjadi pengingat untuk memiliki semangat kebangsaan yang kuat, namun tetap berpikiran maju dan berwawasan global dengan meneladani hal-hal baik dari berbagai negara demi kemajuan bersama.
“Selamat kepada Spanyol yang berhasil menjadi juara. Kerja keras kalian terbayar lunas. Apresiasi besar juga kita berikan kepada tim Argentina yang sudah memberikan perlawanan terbaik, serta kepada seluruh pendukung kedua tim yang menjaga suasana tetap damai dan suportif. Kalian semua telah menunjukkan keindahan sepak bola yang sesungguhnya,” tutupnya. ril/lis






































