
Merantau Lebih Tenang, Rachel Andalkan Aplikasi Mobile JKN


Manfaat dari aplikasi pintar ini dirasakan oleh Rachel Defta Oktavient (21), salah seorang mahasiswa universitas negeri di Surabaya.
“Sebagai anak rantau yang saya khawatirkan adalah tidak bisa berobat karena Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tidak sesuai dengan domisili saat ini. Ternyata fitur pindah FKTP dalam Aplikasi Mobile JKN menjawab kegelisahan saya sebagai mahasiswa perantauan. Saya dapat dengan mudah mengubah faskes sesuai yang terdekat dengan domisili saat ini, tanpa perlu mengurusnya di kantor BPJS Kesehatan,” ujar Rachel saat ditemui di kampusnya, Senin (30/3/20026).
Rachel merasa sangat terbantu dalam memperoleh layanan kesehatan, terlebih ia sering mengalami keluhan kesehatan secara tiba-tiba. Ia tidak perlu pulang ke kota asal untuk mendapatkan pelayanan medis, karena dapat berobat di faskes yang lebih dekat dan mudah dijangkau dari tempat tinggalnya. Hal ini penting, mengingat penggunaan JKN untuk berobat di FKTP luar wilayah yang terdaftar memang dibatasi maksimal tiga kali kunjungan dalam satu bulan.
“Cara mengubah FKTP melalui Aplikasi Mobile JKN cukup mudah, saya hanya perlu masuk ke aplikasi dengan akun yang telah terdaftar, kemudian memilih menu Perubahan Data Peserta. Selanjutnya, pilih nama peserta yang akan diubah FKTP-nya, tentukan lokasi provinsi dan kabupaten/kota sesuai domisili baru, lalu pilih FKTP yang diinginkan. Setelah itu, konfirmasi perubahan dan tunggu persetujuan. Perubahan FKTP berlaku efektif pada tanggal 1 bulan berikutnya,” jelas Rachel.
Meski memiliki perlindungan jaminan kesehatan melalui Program JKN, Rachel tetap berusaha menjaga kondisi tubuh tetap fit. Salah satunya dengan rutin berolahraga melalui Gerak 335. Gerakan ini terinspirasi dari metode Interval Walking Training yang dikembangkan di Jepang, yang pada awalnya ditujukan untuk membantu lansia menurunkan risiko penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes.
“Gerak 335 dilakukan dengan pola 3 menit berjalan santai, dilanjutkan 3 menit berjalan cepat, kemudian diulang sebanyak 5 kali. Total waktu yang saya butuhkan hanya sekitar 30 menit. Lebih baik mencegah daripada mengobati, menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dengan olah raga berat atau membutuhkan fasilitas khusus,” tuturnya.
Selain itu, Rachel juga memanfaatkan fitur Bugar dalam Aplikasi Mobile JKN untuk memantau aktivitas fisik secara real time dan seberapa banyak kalori yang sudah terbakar. Menurutnya, fitur ini salah satu keuntungan dari pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN yang patut digunakan oleh seluruh peserta JKN.
“Saya berharap BPJS Kesehatan terus mengembangkan dan meningkatkan pelayanannya. Saya juga menyarankan agar BPJS Kesehatan lebih sering melakukan sosialisasi terkait Aplikasi Mobile JKN, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh kalangan. Aplikasi pintar ini mampu memenuhi kebutuhan layanan kesehatan peserta JKN di era serba digital ini,” pungkasnya. ril/lis