
SURABAYA | duta.co – Gus Isfandri Mahbub Junaidi, putra pendiri PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Mahbub Junaidi, berpesan agar organisasi kemahasiswaan ini, konsentrasi dalam hal regenerasi, khususnya menyiapkan Gen-Z (generasi yang tahun 1995 sampai 2010) agar lebih siap menghadapi tantangan zaman.
“Bukan berarti senior berhenti. Tidak. Tetapi, kita harus kompak, bersama-sama menyiapkan kader handal menghadapi tantangan ke depan yang kian kompleks. Itu yang kami pesankan dalam acara Halal Bihalal ‘Sahabat Ngundang Sahabat’ bertajuk “Mengukuhkan Persahabatan, Jalan Damai Jatim Makmur” di Taman Bungkul Jalan Progo 22 Darmo Surabaya,” demikian disampaikan Gus Isfan kepada duta.co, Sabtu (3/5/25).
Gen Z adalah anak yang lahir setelah Gen Y atau millennial. Generasi Z atau Gen Z adalah generasi yang lahir di antara tahun 1995 sampai 2010. Artinya, saat ini, Ben Z masih berusia 13 tahun sampai 28 tahun, duduk di bangku sekolah, kuliah, dan ada pula yang sudah bekerja atau baru menikah. “Mereka-mereka ini harus terlatih, menguasai masalah strategis yang menunya jauh berbeda dengan kita-kita,” terangnya.
Di Surabaya ada sebuah entitas alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Surabaya. Mereka Rabu 30 April 2025 kemarin menggelar acara Halal Bihalal bertajuk ‘Sahabat Ngundang Sahabat dengan tema “Mengukuhkan Persahabatan, Jalan Damai Jatim Makmur” di Taman Bungkul Jalan Progo 22 Darmo Surabaya.
Acara yang dihadiri ratusan alumni lintas angkatan dan kader aktif tersebut, berlangsung khidmat dan penuh persahabatan. Moh Imam Syafii, selaku panitia, mengungkapkan bahwa gelaran ini diselenggarakan atas inisiasi para senior yang kangen sahabat-sahabatnya, karena sudah lama sekali tidak ada forum sahabat Surabaya yang melibatkan lintas angkatan dan kader aktif Pergerakan.
“Apalagi sekarang nuansanya halal bihalal, jadi sekalian bermaaf-maafan. Dan karena niatan yang tulus dari para senior, meskipun persiapannya sangat mepet, acara ini dapat terselenggara dengan baik,” tegasnya.
Sesuai slogan acara ‘Sahabat Ngundang Sahabat’, jadi sahabat yang menerima undangan wajib mengundang sahabatnya yang lain. Selain kewajiban sendiri untuk hadir jika tidak berhalangan. Dan alhamdulillah antusias para sahabat luar biasa, sambungnya.
Sahabat, H Abdullah Tsani dan H Suis Qoim Abdullah mengingatkan kepada para undangan perihal pentingnya saling mengukuhkan persahabatan sesama kader, karena dengan persahabatan yang kokoh dan kuat kita bisa berkolaborasi untuk memberikan manfaat untuk indonesia.
Acara yang berlangsung di kantor Perkumpulan Pengacara Syari’ah dan Hukum Indonesia (PPSHI) Jatim ini juga menghadirkan Gus Isfandri Mahbub Junaidi, putra pendiri PMII Mahbub Junaidi. Menurut Gus Isfan, bukan zamannya lagi hidup bergantung kepada kemampanan senior.
Ia juga menyinggung bait lagu PMII yang sangat heroik “Inilah Kami Wahai Indonesia, Satu Angkatan dan Satu Jiwa“. Seluruh kader PMII memiliki kesamaan pandang tentang kemakmuran bangsa Indonesia. “Kita kuatkan internal. Jaga siliditas. Setelah itu kita berikan yang terbaik untuk bangsa ini. Hidup PMII,” demikian Gus Isfan membakar semangat.
PMII, tegasnya, memang tidak bisa lepas dari sosok Mahbub Junaidi dan Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid). Karena itu, visi keduanya terpatri kuat dalam benak Para Sabahat. “Gus Dur dengan kesederhanaannya tetap bisa berjuang dengan maksimal. Begitu juga Sahabat almaghfurlah Mahbub Junaidi, semangat dan geresan penanya masih terbaca apik sampai sekarang,” demikian komentar Sahabt Roeslan. (zi)