SUKSES : Fransiscus Budi Mulya menceritakan perjalannya menjadi agen dan sukses meraih Top of The Table (TOT).  (duta.co/imam)

SURABAYA | duta.co -Tidak perlu waktu lama bagi Fransiscus Budi Mulya untuk mendapatan penhargaan tertinggi bagi agen asuransi, yakni meraih Top of The Table (TOT). Kerja keras, pantang menyerah dan menyukai tantangan, semangat kerja disertai komitmen kuat mengantarkan Fransiscus Budi Mulya, meraih Top of The Table (TOT).

Fransiscus perlu waku hanya lima tahun untuk meraih titel TOT. TOT merupakan raihan tertinggi bagi seorang agen asuransi yang berhasil mengantongi premi dari penjualan pribadi 6x lipat dari target MDRT.  Fransiscus merupakan salah satu agen asuransi yang bergabung di Manulife Indonesia sejak 2013 silam.

Fransiscus mengatakan, untuk meraih Million Dollar Round Table (MDRT) agen asuransi perlu mengantongi premi dari penjualan pribadi sebesar Rp550 juta per tahun. Sedangkan tahap selanjutnya adalah Court of The Table (COT) yakni 3 x MDRT dan TOT 6x MDRT.

“Setiap tahun nilai itu bisa naik tergantung kurs dolar. Makin tinggi penjualan, tentu saja makin besar pemasukan yang akan didapat,” katanya kepada wartawan di kantor kantor Manulife Surabaya, Kamis (28/2/2019).

Pencapaian tersebut, kata Fransiscus, tidak lepas dari komitmen kuat dan kerja pantang menyerah yang Ia bangun dari awal. Sejak memutuskan untuk menjadi agen asusansi dan meninggalkan usaha jual beli mobil yang ditekuninya sejak lulus SMA, Pria yang suka tantangan ini mengaku memiliki komitmen yang kuat yaitu ingin membantu orang Indonesia supaya sukses dalam mengelola keuangan dengan baik.

“Tugas seorang agen asuransi itu kan sebenarnya layaknya seorang financial planner dan saya fokus pada komitmen saya. Kalau ingin sukses ya perlu kerja keras sesuai komitmen yang dibangun,” ujarnya.

Bagi Fransiscus, menjadi agen asuransi memiliki suka duka tersendiri. Tidak sedikit calon nasabah yang dia prospek menolak dengan berbagai alasan. Ada yang menolak lantaran orang tersebut merasa sehat dan sudah memiliki uang banyak untuk mengcover keluarganya.

“Justru disitulah kita memberikan penyadaran pentingnya asuransi. Itu cuma masalah waktu saja,” kata dia.

Bagaimana orang itu bisa menyisihkan uang sedikit untuk mendapatkan manfaat yang lebih banyak. Namun pada akhirnya, lanjut Fransiscus, orang-orang yang menolak juga bergabung lantaran mengetahui temannya yang mendapat manfaat dari asuransi.

Sebagai agen asuransi, Ia merasa senang dengan semakin luasnya pergaulan dan banyaknya relasi.

“Ketika nasabah klaim dan saya bisa membantu mereka dengan mencairkan klaim di Manulife, saya merasa senang sekali membantu saat orang itu berduka,” ucapnya.

Hingga saat ini Fransiscus mencatat sudah memiliki sekitar 250 klien yang memanfaatkan asuransi jiwa dan kesehatan Manulife. Dalam menawarkan asuransi, pria kelahiran Surabaya 1977 ini melakukan pendekatan personal dan memberikan edukasi tentang pentingnya asuransi.

Sejumlah dokumen bukti klaim dia beberkan pada calon klien supaya percaya. “Ini lebih efektif dan nyata,” tutur mantan marketing otomotif ini.

Fransiscus menceritakan klien pertama yang didapat keluarga, orang terdekat dan terus ekspansi memasarkan produk Manulife kepada orang lain, pertama kalinya mengajak keluarga dan orang-orang terdekat. Butuh waktu dua hingga dua kali kunjungan untuk meyakinkan orang supaya mau membeli asuransi.

“Yang pasti kita harus fokus pada pekerjaan kita, tidak gampang putus asa, harus mencintai pekerjaan kita dan tidak menjadikan beban. Saya yakin hasil itu akan berbicara dengan sendirinya,” tegasnya.

Satu kunci sukses menjadi agen asuransi jelas Fransiscus yakni tidak boleh mudah menyerah dan putus asa. Bagi agen asuransi pemula, ditolak calon nasabah hal yang biasa dan tidak boleh pantang menyerah, justru jadikanlah tantangan. (imm)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.