Pulau Gili Labak akan menjadi salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Sumenep. DUTA/endang

Gandeng Pihak Lain untuk Mengembangkan Potensi Wisata

Kabupaten Sumenep Madura, mulai menyadari potensi wisata yang ada bisa mendatangkan pendapatan yang besar. Banyaknya pulau di kabupaten paling timur di Madura itu dibidik untuk bisa menjadi destinasi wisata unggulan. Kreativitas pun dilakukan sejak kini, bahkan dengan menggandeng perusahaan-perusahaan yang selama ini ‘berhubungan’ dan memiliki kepentingan di Sumenep.

——

Sumenep dikenal memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Selama ini hanya minyak dan gas bumi yang terekspos. Namun, potensi itu tidak banyak dirasakan masyarakat sekitar. Pemerintah yang sekarang ini memimpin, berusaha mencari potensi lain yang juga bisa dirasakan langsung masyarakat. Salah satunya dengan mengembangkan pariwisata.

Pariwisata bahari menjadi andalan. Apalagi, di sana ada banyak sekali pulau-pulau kecil yang selama ini kurang disentuh. Pulau-pulau itu memiliki banyak keunikan, selain penduduk asli dengan kehidupan tradisionalnya, juga memiliki pantai dengan hamparan pasir putih yang sangat indah.  Bahkan, ada salah satu pulau yang memiliki kandungan oksigen terbaik di dunia.

Untuk mengembangkan pulau-pulau kaya potensi wisata itu, Sumenep memang tidak bisa berjalan sendiri. Karena dengan berjalan sendiri, APBD setempat tidaklah mencukupi. “Kami sadar kemampuan kami yang terbatas. Karena itu kami harus menggandeng pihak lain, tentunya pihak-pihak yang berkepentingan di Sumenep,” ujar Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi.

Salah satu yang digandeng Pemkab Sumenep adalah Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Digandengnya SKK Migas, karena di Sumenep ada beerapa kontraktor kontrak kerja sama (K3S)  yang beroperasi di sana, salah satunya PT Santos.

Dengan PT Santos, Pemkab Sumenep meminta dana corporate social responsibility (CSR) bisa digunakan untuk membangun pulau-pulau potensial yang termasuk dalam ring satu lokasi pengeboran PT Santos. Ada dua pulau yang dibidik yakni Pulau Gili Labak dan GIli Genting. “Kami minta PT Santos, memperhatikan hal itu. Agar tercipta sinergi yang saling menguntungkan,” ungkap wabup saat berkunjung ke Gili Labak bersama awak media beberapa waktu lalu.

Untuk Visit Sumenep Year 2018 itu, Sumenep menarget bisa menjaring 1 juta wisatawan dalam dan luar negeri. Selama ini, wisatawan yang datang baru mencapai 800 ribu per tahun. “Kami tidak ingin manarget terlalu tinggi. Tapi kami yakin jumlahnya akan melebihi target itu,” tukasnya.

Dengan bertambahnya jumlah wisatawan yang datang, diharapkan pendapatan asli daerah (PAD) Sumenep juga bisa terkerek. Selama ini diakui Achmad Fauzi, sektor pariwisata masih menyumbang enam hingga tujuh persen dari Rp 185 miliar PAD Sumenep. “Namun di 2018 kami berharap, sektor wisata bisa menyumbang PAD hingga 20 persen,” tukasnya.

Karena itu, Sumenep harus berupaya agar program itu bisa tercapai dengan memuaskan. Sehingga pemerintah setempat juga akan melibatkan masyarakat agar juga turut menyukseskannya. Pemerintah sendiri mulai membangun infrastruktur agar memberikan kenyamanan bagi wisatawan terutama yang hendak berlibur ke pulau.

Kini, dikatakan Achmad Fauzi, pemerintah sudah mulai mempersiapkan transportasi berupa kapal yang memadai. Bahkan kapal pesiar sudah bisa singgah di Pelabuhan Kalianget. “Sudah ada sebelas kapal pesiar yang hadir di Kalianget. Tahun depan kami target 17 hingga 20 kapal,” tukasnya.

Kapal-kapal pesiar itu memang hanya bisa bersandar di Pelabuhan Kalianget. Untuk menuju pulau-pulau wisata, kata Achmad Fauzi, wisatawan harus tetap menggunakan kapal milik nelayan atau warga sekitar. “Menimbulkan efek domino bagi masyarakat sehingga mereka juga bisa menikmati hasilnya. Kalau tidak, mereka tidak akan menjaga potensi wisata itu,” tandasnya. (end/bersambung)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.