JAKARTA | duta.co — Di saat menuju era new normal (normal baru), peran teknologi menjadi sangat penting untuk kegiatan pembelajaran dan proses pendidikan.

Teknologi menjadi tulang punggung untuk mendidik lintas generasi, dengan beragam perangkat serta inovasi. Ini membutuhkan kolaborasi antarpihak untuk menguatkan pembelajaran saat ini.

Untuk itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) membuka pendaftaran bagi para akademisi, praktisi, maupun pengambil kebijakan dari seluruh dunia. Mereka bisa berkontribusi dalam International Symposium on Open, Distance, and e-Learning (ISODEL) 2021.

Agenda d berlangsung 1-3 Desember 2021, melanjutkan program sejak 2018 lalu.

Plt. Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), Kemendikbudristek, Muhammad Hasan Chabibie, mengatakan, pandemi Covid-19 yang terjadi sejak satu setengah tahun silam, telah mengubah pola pikir, praktik, sekaligus memperkaya proses pembelajaran yang dilakukan di dunia.

Hasan menyebut, pemanfaatan teknologi informasi untuk kalangan dunia pendidikan, kebudayaan, dan teknologi, melonjak drastis.

“Banyak sekali rekam jejak yang memanfaatkan teknologi informasi yang menjadi gambaran dan itu akhirnya menjadi sebuah penelitian ilmiah yang memperkaya ajaran kita,” ungkap Hasan Chabibie kepada media ini, Rabu (8/09/2021).

Hasan berharap, dengan terkumpulnya berbagai inovasi, ide-ide segar, dan pemikiran yang muncul dalam ISODEL 2021 dapat menjadi poin rekomendasi. Utamanya bagi pengambil keputusan untuk menyusun kebijakan bagaimana teknologi informasi dan komunikasi dapat mendukung proses pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi.

Menurut Hasan Chabibie, tingkat penguasaan teknologi masuk ke semua sektor. Dengan demikian, tentu semakin banyak yang tersajikan dalam bentuk ilmiah, baik jurnal, paper, atau diskusi yang akan berlangsung dalam simposium ini.

“Inilah yang menjadi salah satu latar belakang kami pada saat menyelenggarakan ISODEL tahun 2021. Oleh sebab itu kita mengambil tema di ISODEL ini terkait dengan peran teknologi pendidikan dalam era normal baru, saat ini dan masa yang akan datang,” jelas Hasan, yang juga Plt. Ketua Umum MATAN NU.

Lebih lanjut, Hasan juga menyebut beberapa isu yang nanti akan hadir di ISODEL 2021 tak lepas dari semangat Merdeka Belajar dari Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim. Sektor-sektor yang terkait, kata dia, seperti digitalisasi sekolah, transformasi digital, hingga bagaimana menyikapi situasi vokasi.

“Mulai dari menemukan link and match, supply and demand terkait dengan teknologi informasi dan pendidikan, sampai budaya yang kemudian berubah seiring dengan meresapnya banyak sekali faktor teknologi dalam unsur kehidupan,” katanya.

Dua Hal Penting

Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Seoul, Gogot Suharwoto, juga menyampaikan dukungannya pada ISODEL 2021. Ia menyebut, ada dua hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama.

Pertama, mendorong teknologi mampu memberikan jawaban terhadap tantangan di era pandemi, dan kedua, teknologi mampu memberikan jawaban sekaligus menutup kesenjangan yang disebut learning loss.

“Dengan ISODEL 2021, saya yakin ide-ide dan solusi-solusi bisa terangkat di level nasional, bahkan internasional,” ungkap Gogot.

Di sisi lain, Program Officer UNESCO Office Jakarta, Zakki Gunawan, menyambut baik penyelenggaraan ISODEL 2021. Ia berharap, melalui kegiatan ini, seluruh pemangku kepentingan khususnya di bidang pendidikan, dapat bertukar ilmu pengetahuan serta praktik-praktik baik kebijakan pendidikan yang inklusif.

Banyak Topik

Dalam agenda ini, Zakki mengatakan, UNESCO sebagai organisasi perserikatan bangsa-bangsa mendapatkan mandat. Sekaligus bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan Sustainable Development Goal (SDG) 4: Pendidikan Berkualitas.

“UNESCO berkomitmen untuk mendukung semua aktivitas pendidikan, termasuk di dalamnya penyelenggaraan ISODEL 2021,” ucapnya.

Support penuh juga datang dari Chairman of Indonesia Education Cyber Institute, Paulina Pannen, yang menyambut baik ISODEL 2021.

Ia berharap, ISODEL 2021 dapat menjadi wadah bagi akademisi dan praktisi dalam bertukar ilmu untuk menyelesaikan masalah global.

Paulina menyebut, saat ini institusinya memiliki mitra dan asosiasi dari dalam dan luar negeri, dengan 150 mata kuliah secara gratis.

“Selain itu ICE juga aktif melakukan penelitan secara daring. Ke depan ICE membuka kesempatan kepada semua pihak untuk berbagi,” pungkasnya.

ISODEL 2021 mengangkat tema “Peran Teknologi Pendidikan dalam Era Normal Baru: Saat Ini dan Akan Datang (Education Technology in the new normal: now and beyond)”.

Simposium internasional ini akan menampilkan berbagai topik, yakni 1) Isu dan Perkembangan Teknologi: Industry 4.0; 2) Transformasi Pendidikan Digital; 3) Pembangunan Karakter; Pendidikan Vokasi 4.0; dan 4) TIK dalam Melestarikan Budaya. (*)

Kererangan foto: Plt. Pusdatin Kemendikbud, Dr. Hasan Chabibie saat pembukaan pra-agenda ISODEL 2021.

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry