Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan arahan kepada aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Jatim, Selasa (30/12/2025). Ridho/Duta

Surabaya | duta.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak semata-mata dinilai dari tingginya serapan anggaran.

Menurutnya, ukuran utama kinerja pemerintah adalah sejauh mana program benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Memasuki arah kerja tahun 2026, Khofifah meminta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyeimbangkan pekerjaan administratif dengan keterlibatan langsung di lapangan.

“Kerja di atas meja tetap penting karena LPJ kita harus akuntabel. Tapi turun ke lapangan juga sangat penting. Seeing is believing,” kata Khofifah saat memberikan arahan kepada aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Jatim pada apel ASN di Halaman Kantor Gubernur Jatim, Selasa (30/12/2025).

Ia mencontohkan program pasar murah sebagai bentuk kehadiran pemerintah yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Hingga akhir tahun ini, pasar murah telah digelar lebih dari 300 kali di berbagai daerah dan kini menjadi program rutin, tidak hanya dilaksanakan pada momentum hari besar keagamaan.

Namun demikian, tingginya antusiasme warga yang kerap membuat stok barang cepat habis perlu dicermati lebih jauh. Khofifah menilai kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan upaya stabilisasi harga dan pengendalian inflasi, tetapi juga menjadi indikator daya beli masyarakat.

“Karena itu quick research dari Bappeda menjadi penting. Kebijakan tidak bisa diambil secara imajiner, harus berbasis data yang update,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemantauan harga kebutuhan pokok dilakukan setiap hari, termasuk harga beras medium dan premium. Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah provinsi untuk melakukan intervensi cepat apabila terjadi gejolak harga di pasaran.

Pendekatan berbasis data secara rinci ini juga diterapkan dalam penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

“Bukan makro-makroan, tapi detail. Kasusnya di mana, maka itu yang ditangani,” tegas Khofifah.

Menjelang tahun anggaran 2026, Khofifah mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar penyesuaian anggaran yang dilakukan tidak berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan publik.

“Saya minta tolong, penyesuaian anggaran jangan mengurangi semangat kerja. Semua dinas, semua unit, jaga kinerjanya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan ucapan Selamat Natal kepada ASN dan masyarakat yang merayakan, seraya berharap suasana damai dan sejahtera terus terjaga di Jawa Timur.

Arahan ini disampaikan Khofifah saat memimpin apel pagi akhir tahun di halaman Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, yang diikuti seluruh jajaran ASN Pemprov Jatim. (Rid)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry