
JOMBANG | duta.co – Polemik menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jombang terus bergulir. Kali ini, perdebatan mencuat antara wali murid SDN Sambong Dukuh 3 dengan pihak pengelola dapur MBG terkait komposisi paket makanan yang dibagikan kepada siswa.
Program yang dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambakrejo 3 itu menuai pertanyaan dari sejumlah wali murid. Mereka mempertanyakan isi paket makanan yang diterima siswa selama dua hari terakhir.
Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku bingung dengan penjelasan yang disampaikan pihak pengelola dapur. Ia menilai komposisi menu yang diterima siswa terlihat sederhana.
“Dalam satu paket hanya ada susu, roti bolu, satu telur, dan satu bungkus kurma,” kata wali murid tersebut kepada duta.co, Senin (9/3/2026).
Redaksi duta.co juga melakukan perbaikan atas kesalahan pengetikan pada pemberitaan sebelumnya. Bukan satu butir kurma, melainkan satu bungkus kurma yang berisi lima butir.

Menanggapi polemik tersebut, Kepala SPPG Tambakrejo 3, Paramananda, menjelaskan bahwa menu yang dibagikan kepada siswa telah disiapkan oleh dapur MBG sesuai mekanisme yang berlaku.
Ia juga mengakui sempat terjadi kekurangan distribusi menu. Menurutnya, dalam satu paket seharusnya terdapat dua jenis menu, namun yang terkirim baru satu.
“Ngapunten, kemarin sudah saya jelaskan kepada Pak Gunawan bahwa ada satu menu yang belum terdistribusi. Hari Senin sudah kami kirim untuk mengganti menu yang kemarin,” ujarnya saat dikonfirmasi duta.co.
Terkait susu yang ada label gratis untuk tidak diperjual belikan. Ia menjelaskan, susu yang dibagikan itu tidak didapat secara gratis melainkan dibeli dari distributor.
“Kami dapat susu itu juga keluar uang, memang di kotak susu ada label tersebut yang dimaksud tidak untuk kalayak umum,” ujarnya.
Paramananda menegaskan pihak dapur tetap berupaya memenuhi standar penyediaan makanan dalam program MBG dan memastikan kekurangan distribusi tersebut telah diperbaiki.
Disisi lain salah satu Wali murid menjelaskan kedua belah akan melakukan mediasi guna memperbaiki menu yang akan mendatang untuk lebih baik lagi. (din)




































