
JOMBANG | duta.co – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jombang kembali menjadi sorotan. Sejumlah wali murid SDN Sambong Dukuh 3, Kecamatan Jombang, mempertanyakan komposisi menu yang diterima siswa karena dinilai terlalu sederhana dan diduga jauh di bawah nilai pagu anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk pemenuhan gizi anak sekolah.
Keluhan muncul setelah para orang tua menghitung sendiri perkiraan harga makanan yang dibagikan kepada siswa. Dari perhitungan sederhana berdasarkan harga pasaran, nilai paket makanan yang diterima siswa disebut hanya berkisar Rp7.000 hingga Rp8.000 per porsi.
Salah satu wali murid, Gunawan, mengatakan menu yang diterima anak-anak hanya berupa bolu kukus mekar, telur kecil, dan susu kemasan. Sementara untuk siswa kelas atas hanya ditambah satu butir kurma.
“Kalau dihitung dari harga pasaran, bolu sekitar Rp2.000, telur kecil Rp2.000, dan susu kemasan sekitar Rp3.000. Totalnya hanya sekitar Rp7.000 untuk kelas 1,” ujar Gunawan kepada duta.co, Jumat (6/3/2026).

Ia merinci, untuk siswa kelas 4, 5, dan 6, komposisi menu hampir sama, hanya ditambah satu butir kurma. Jika dihitung berdasarkan perkiraan harga pasar, nilainya sekitar Rp8.000.
“Untuk kelas 4 sampai 6 menunya bolu kukus Rp2.000, telur kecil Rp2.000, susu kemasan Rp3.000, dan kurma Rp1.000. Total sekitar Rp8.000. Ini hitungan kami sebagai wali murid, karena sampai sekarang tidak ada daftar harga resmi dari MBG,” ungkapnya.
Gunawan menyebut kondisi tersebut tidak terjadi sekali saja, melainkan berulang kali, meski para wali murid sebelumnya sudah menyampaikan protes kepada pihak penyelenggara program.
“Pernah kami sampaikan protes dan sempat dijanjikan akan diperbaiki. Tapi sampai sekarang belum ada perubahan,” katanya.
Ia juga menyoroti adanya susu yang disebut sebagai bagian dari program gratis dari Presiden, namun tetap dihitung sebagai komponen menu dengan nilai sekitar Rp3.000.
“Bahkan susu yang disebut sebagai pemberian gratis dari Presiden diberikan kepada siswa lalu dihargai Rp3.000 dalam paket menu. Ini yang membuat kami semakin mempertanyakan pengelolaannya,” tegasnya.

Selain itu, para wali murid juga mempertanyakan kualitas makanan yang disiapkan. Mereka menyebut, ada menu yang diproduksi hingga untuk dua hari, hanya dua jeruk kecil roti dan susu satu sehingga dinilai tidak layak dikonsumsi oleh anak-anak.
“Kalau tidak segera diperbaiki, kami para wali murid akan melakukan langkah lebih lanjut,” tambahnya.
Sementara secara terpisah, duta co dikasih no kontak oleh wali murid kepemilik yayasan atau MBG dengan no kontak +62 822-4761 xxxx atas nama Dina Marta Gemilang. Saat ditelpon WhatsApp (WA) tidak akan. duta.co mengirim pesan WA dan dibalas.
“Mohon maaf, lebih jelas dan detailnya bisa diklarifikasi ke Ka SPPG. Agar terkonfirmasi secara menyeluruh. Kami sudah memberikan saran untuk mematuhi peraturan dari BGN, termasuk pemberian label harga pada makanan kering saat bulan ramadhan. Terima kasih,” kata Dino Marta Gemilang melalui pesan WA. (din)




































