
SURABAYA | duta.co – Konsep yang beda dan ingin menampilkan menu yang berbeda dari kebanyakan yang disajikan hotel di Kota Surabaya. Tahun 2026 ini, Chef Santika Pandegiling Surabaya, Ervin Triana menghadirkan pengalaman kuliner berbeda lewat menu Tengkleng Soto Balungan, sajian khas yang memadukan kekayaan rempah Nusantara dalam satu mangkuk.
Ramadan identik dengan momen berbuka yang hangat dan penuh cita rasa. Alih-alih mengikuti tren menu berbuka bernuansa Timur Tengah seperti kebuli atau hidangan Arabian, Chef Ervin justru memilih kembali ke dapur tradisional Indonesia. Ia menggabungkan dua ikon kuliner sekaligus—tengkleng khas Jawa dan soto Betawi—untuk menciptakan menu iftar yang terasa akrab, namun tetap terasa baru.
“Ramadan kali ini saya ingin mengangkat cita rasa lokal. Tengkleng dan soto Betawi sama-sama kuat di rempah, jadi sangat pas dipadukan,” ujar Chef Ervin disela pengenalan menu untuk Ramadan 2026 di Santika Pandegiling.
Keistimewaan Tengkleng Soto Balungan dimulai dari proses memasaknya. Rempah-rempah seperti kapulaga, pekak, dan kayu manis ditumis menggunakan mentega, bukan minyak. Pilihan ini bukan tanpa alasan.
“Mentega memberikan sensasi rasa yang lebih gurih dan aroma yang lebih lembut saat berpadu dengan kuah,” katanya lagi.
Setelah itu, bumbu ditambahkan ke dalam kuah bersama daun jeruk, serai, dan daun salam, lalu direbus hingga aromanya keluar sempurna. Namun, sorotan utama justru ada pada pengolahan tulang dan dagingnya.
Chef Ervin tidak langsung merebus balungan, melainkan memanggangnya terlebih dahulu di oven selama satu jam.
“Proses oven ini menghasilkan aroma smoky dan roasted. Saat masuk ke kuah, rasanya jadi lebih pekat dan berlapis,” jelasnya.
Hasilnya adalah semangkuk tengkleng soto dengan kuah kaya rempah, aroma panggangan yang menggoda, serta rasa gurih yang nyaman di lidah—pas dinikmati saat berbuka puasa setelah seharian berpuasa.
Menu ini akan menjadi signature dish hotel selama Ramadan 2026 dan disajikan sebagai bagian dari paket buffet buka puasa. Untuk menikmati pengalaman lengkapnya, pengunjung cukup merogoh kocek Rp145.000 per orang, dengan harga publik Rp180.000.
Sementara bagi yang ingin menikmatinya secara terpisah, Tengkleng Soto Balungan juga tersedia dalam menu à la carte seharga Rp85.000 per porsi.
Lebih dari sekadar menu berbuka, Tengkleng Soto Balungan menawarkan cerita tentang tradisi, teknik memasak, dan keberanian mengolah rasa. Sebuah pilihan pas bagi pencinta kuliner yang ingin menikmati iftar bernuansa lokal dengan sentuhan modern. Imm





































