JOMBANG | duta.co –  Rendahnya tingkat konsumsi ikan para santri membuat Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, prihatin. Karena itu, pihaknya memberi bantuan usaha budidaya ikan lele sistem  bioflok ke sejumlah pesantren di  Jawa Timur. Untuk itu Bu Menteri Minggu (13/8) meninjau hasil ternak lele di di SMA Saintrens Ponpes Tebuireng, Jombang.

Sistem bioflok merupakan sistem pemeliharaan ikan lele melalui proses penumbuhan mikro-organisme di kolam. ” Dengan begitu para santri di Indonesia bisa mengkonsumsi ikan setiap hari dan semakin bagus kualitas gizinya, ” ujar Susi saat menyerahkan bantuan di SMA Saintrens Tebuireng, di Desa Jombok. Kecamatan Ngoro, Jombang.

Selain pembagian bantuan kepada perwakilan ponpes se-Jatim,  Menteri susi juga memberi bantuan budidaya lele sistem bioflok. Dengan sistem tersebut, per meter persegi bisa menghasilkan satu ton ikan lele konsumsi per tahunnya.

Susi menjelaskan, sebagai tahap awal bantuan budidaya lele itu akan diberikan ke dua pesantren besar di Jawa Timur. yakni ponpes Tebuireng, Jombang dan Ponpes Modern Darussalam Gontor, Ponorogo. Selanjutnya seluruh Ponpes di Jawa Timur. ” Pesantren menjadi sasaran pertama, lantaran tingkat konsumsi ikan para santri masih sangat rendah, ” ujarnya.

Upaya ini, lanjut Susi, menjadi bagian dari gerakan memasyarakatkan makan ikan (gemar ikan). Gerakan tersebut saat ini menyasar Jawa Timur bagian tengah yang tingkat konsumsi ikannya hanya 16 kilogram per kapita per tahun.

Dikatakan, akses masyarakat terhadap ikan di wilayah ini cukup sulit. Tingkat konsumsi ikannya paling rendah di tempat-tempat seperti ini (pondok pesantren). Dan pondok pesantren diharapkan menjadi motornya gerakan makan ikan. (Rul)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan