Pemberian Cinderamata dari Rektor UKWMS, Kuncoro Foe kepada Menteri ESDM Ignasius Jonan di sela kuliah umum di kampus setempat, Sabtu(6/4) sore. DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co  – Sukses tidak hanya dijalankan sendiri. Tapi dibutuhkan sebuah tim kerja yang solid.

Karenanya untuk bisa solid, harus bisa menyatukan hati. Walau ada banyak perbedaan dengan rekan sesama tim.

Hal itu diungkapkan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan saat menjadi pembicara dalam kuliah umum di kampus Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Sabtu (6/4) sore.

Dikatakannya,  perbuatan baik tidak boleh terhalang oleh sekat suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

“Selama ini, saya tidak pernah ada pikiran seperti itu (melihat perbedaan saat bekerja, red),” ujar Johan di hadapan sivitas akademika UKWMS.

 Jonan sendiri juga menaruh perhatian akan adanya tempat ibadah di lingkungan kantornya yang semula terlihat tidak rapi untuk dirapikan.

Tak hanya secara lisan, ia juga menunjukkan beberapa video terkait program yang telah dijalankan oleh Kementerian ESDM.

Program tersebut antara lain penyaluran bahan bakar ke 170 kecamatan, program BBM satu harga, dan listrik tenaga surya.

“Semua ini bukan hanya semata-mata kinerja pemerintah saja, namun juga melibatkan stakeholder terkait, dan masyarakat,” ujarnya.

Ia pun membagikan berbagai inspirasi pada peserta yang hadir melalui jawaban dari berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta. Jonan tak memungkiri berbagai rintangan yang dihadapi selama menjabat.

“Rintangan pasti ada. Tapi, pokoknya adalah kerjakan semaksimal yang kita bisa. Selama niatnya baik, hal itu harus diusahakan,” ceritanya.

Hadir dalam seminar ini Uskup Surabaya, Msgr. V. Sutikno Wisaksono, Ketua Umum Yayasan Widya Mandala Surabaya, Prof. Drs. Ec. Henky Supit, beserta jajaran dan Rektor UKWMS, Drs. Kuncoro Foe dan para pimpinan UKWMS.

Pada kesempatan tersebut, seorang mahasiswa kemudian bertanya mengenai rencana pemerintah untuk penerapan energi alternatif selain BBM.

“Pemerintah saat ini amat mendukung renewable energy (energi terbarukan,red). Saya pun punya sepeda motor listrik,” katanya.

Ia melanjutkan, tantangan terbesar yang dihadapi sehubungan dengan hal ini adalah daya beli. Jonan juga mendorong akan penggunaan panel surya, agar beban listrik lebih hemat.

 “Anak muda harus memiliki semangat mengabdi di mana pun hidup. Semangat tersebut harus dilandasi cinta kasih pada sesama,” tukasnya. ril/end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.