MEMANEN : Mentan RI Andi Amran Sulaiman di damping Bupati Tuban, Fathul Huda sedang memanen Jagung di kawasan lahan perhutani Desa Talun, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban (duta.co/syaiful adam)

TUBAN | duta.co -Pada bulan Febuari 2019 hasil panen jagung di Kabupaten Tuban mencapai 400 ribu ton produksi dari 50 ribu hektar lahan yang ada dan menjadi yang terbaik di Indonesia.

Demikian dikatakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, saat panen raya jagung di kawasan pertanian yang ada di Desa Talun, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. (15/2)

“Bulan Febuari ini Tuban banjir jagung, panennya melimpah, ini baru satu kabupaten saja, total sekitar 400-500 ton produksi jagung,” terang Kementan

Pria kelahiran Bone 27 April 1968 ini menegaskan dengan adanya panen raya jagung disejumlah kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah pada bulan febuari menunjukan panen jagung di Indonesia khususnya jawa sangat melimpah, disamping itu hal ini mampu menjadi bukti dan menepis adanya issu import jagung yang banyar tersebar dikalangan petani.

“Dulu kita import jagung sekarang kita sudah eksport jagung,. Jagan di politisir kalau kita masih import, tolong jangan sakiti prasaan hati para petani kita yang sudah sangat berprestasi,” ucap Amran

Pemerintah saat ini sudah eksport jagung sebesar 300 juta ton, kita eksport jagung ke Filipina dan sejumlah Negara-negara asia yang lain untuk kebutuhan ternak.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kita mampu eksport 500 ribu ton. Di tahun lalu kita sudah menembuh angka 300 ribu ton,” jelasnya.

Lebih lanjut alumni Universitas Hasanuddin ini menjelaskan selama ini kebutuhan jagung nasional setiap tahunnya sebanyak 17 juta ton jagung dan wilayah yang menjadi lumbung jagung andalan Indonesia adalah wilayah Gorontalo, Sumbawa Propinsi Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Timur.

“Tuban termasuk menjadi andalan jagung di Jawa Tumur,” ungkap Mentan.

Sementara itu, Bupati Tuban, H. Fathul Huda, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kunjungan Mentan beserta rombongan. Bupati Tuban juga menerangkan bahwa kualitas produksi jagung Bumi Wali salah satu yang terbaik tingkat nasional.  “Prestasi ini wajib dipertahankan,” ungkap Bupati.

Bupati dua periode ini juga menyampaikan meski menjadi salah satu yang terbaik perlu ada evaluasi untuk terus meningkatkan produksi pertanian.‎ Salah satu kendala yang dihadapi petani adalah banjir dibeberapa lokasi.

“Kendalanya kalau tidak banjir lokasi lain memanfaatkan tadah hujan. Hal ini mengakibatkan di beberapa lokasi tersebut hanya bisa panen satu kalin.”

Selain itu ‎orang nomor satu di Bumi Wali ini menyatakan bahwa target tanam padi di Kabupaten Tuban pada 2018 sebesar 105.721 Hektar, dan terealisasi 107.636 Hektar 101,81 persen. Sedangkan di tahun 2019 target tanam sebesar 104.839 Ha, realiasai Oktober 2018 sampai Februari minggu ke-2 sebesar 60.328 Ha 57,54 persen.

Sementara, potensi tanaman jagung pada tahun 2018, target tanam sejumlah 109.704 Hektar, dan realisasi 113.290 Hektar 103,27 persen. Target tanam di tahun 2019 sebesar 113.458 Hektar dan realisasi Oktober 2018  Februari 2019 minggu kedua mencapai 63.351 HA.

‎”Khusus bulan Februari 2019, potensi panen jagung sebesar 50.673 Hektar dengan potensi produksi sebesar 380.047 ton. Sedangkan pada lokasi panen, luas hamparan yang siap panen sebesar 24.582 Hektar dengan produktivitas rata-rata sebesar 10-11 ton perhektar. Itu yang glondong jagung panen kering,” pungkas Bupati Tuban (sad)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.