ROBOT KECE 2 : Rektor Unesa Prof Nurhasan mencoba mengoperasionalkan robot hasil karya tim Robot Unesa di Graha Unesa, Kamis (17/9/2020). DUTA/endang

SURABAYA l duta.co – Kementerian Riset dan Tekknologi/ Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) terus mendorong munculnya inovasi-inovasi baru di kalangan kampus.

Inovasi ini sangat dibutuhkan Indonesia untuk keluar dari status low income menjadi middle income. Seperti diketahui, Indonesia sudah lebih dari 30 tahun menyandang gelar low income dibandingkan negara lain di dunia.

Menristek/Kepala BRIN, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan perguruan tinggi khususnya harus bisa menciptakan inovasi dengan beberapa keunggulan. Yakni inovasj yang tepat guna, berbiaya murah, mudah digunakan dan yang penting bisa mendongkrak perekonomian di pedesaan.

“Tentunya yang bisa menciptakan nilai tambah dan komersialisasi yang berdaya saing,” ujar Bambang saat hadir secara virtual peluncuran Robot Kece Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kamis (17/9/2020).

Inovasi di era Revolusi Industri 4.0 ini memang alangkah lebih baiknya berbasis teknologi. Selain itu, kata Bambang, inovasi juga harus memiliki karakter yang kuat, di mana peran sumber daya manusia (SDMl) unggul sangat penting perannya untuk memastikan inovasi bisa berkesinambungan.

“Menciptakan SDM unggul itu dengan memulainya dari mahasiswa. Di mana mahasiswa baru diajak untuk berpikir kreatif dan inovatif. Berpikir yang out of the box,” tukasnya.

Dikatakan Bambang, di saat pandemi Covid-19, Bambang juga mendorong perguruan tinggi untuk berionovasi menciptakan hal-hal yang terkait dengan itu. Dan inovasi itu sudah banyak dilakukan perguruan tinggi. Salah satunya dilakukan Unesa. Unesa sudah menciptakan banyak inovasi yang ada hubungannya dengan pandemi Covid-19.

Inovasi yang terbaru adalah Robot Kece Generasi 2. Robot ini adalah kelanjutan dari Generasi 1 yang diperkenalkan sebelumnya. Di Generasi 2 ini, tim Unesa menyempurnakan generasi sebelumnya atau melengkapi fasilitasnya. Di mana generasi 2 ini ada terapi musik yang bisa di-request sesuai dengan kesukaan pasien. Juga ada fasilitas terapi oksigen bagi pasien dan fasilitas lainnya.

Rektor Unesa, Prof Nurhasan mengatakan, Robot Kece Generasi 2 ini memang dilengkapi dengan beberapa terapi yang sudah popular di luar negeri bisa memberika stimulus kesembuhan kepada pasien. Seperti terapi musik.

“Itu kita yakini sesuatu yang baru. Belum pernah ada yang meneliti di Indonesia terkait dengan terapi musik itu sendiri.  Harapannya pasien ada persoalan lain selain masalah penyakit Covidnya maka diharapkan ini bisa memberikan terapi imun yang lebih baik,” jelas Prof Nurhasan.

Menristek/Kepala BRIN Bambang mengapresiasi hasil inovasi tim Robot Unesa ini. Unesa yang menempati rangking 19 dari klasterisasi perguruan tinggi ini diakui Bambang sangat aktif dalam melakukan penelitian, inovasi dan pengabdian masyarakat.

Bambang yang melihat langsung cara kerja Robot Kece Generasi 2 walau secara virtual mengaku bangga dengan hasil yang sudah dibuat tim Unesa.  Bambang berharap, tim Robot Unesa tidak berhenti hingga di generasi 2 dari robot ini. Melainkan bisa melanjutkannya ke generasi selanjutnya.

Bahkan di generasi 3 nanti, Bambang berharap Robot Kece bisa memiliki substansi layaknya seorang perawat. Di mana robot ini bisa melakukan semua pekerjaan perawat. Seperti mengecek suhu tubuh, cek tekanan darah pasien, cek asupan gizi pasien dan sebagainya.

“Bahkan bisa dilengkapi dengan artificial intelligence (kecerdasan tiruan) yang bisa mendeteksi seluruh kondisi pasien dan bisa memberikan kesimpulan singkat tentang kondisi pasien tersebut,” ujar Bambang.

Selain itu, Bambang berharap inovasi Unesa ini tidak hanya terkait masalah kesehatan untuk penangangan pasien Covid-19 tapi juga inovasi terkait dengan adaptasi kebiasaan baru. Karena pandemi ini juga mengancam perekonomian termasuk banyaknya pengangguran. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry