INOVASI : Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro (kanan ) bersama Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih (kiri) mengapit Gubernur Jatim Khofifah saat Dies Natalis ke-65 Universitas Airlangga, Senin (11/10). DUTA/endang

SURABAYA | duta. co –  Kementerian Riset, Teknologi dan Badan Riset Inovasi Nasional mengapresiasi hasil riset dan inovasi yang dilakukan Universitas Airlangga (Unair). Terutama dalam bidang kesehatan dan farmasi. Dua di antaranya yakni stem cell dan cangkang kapsul rumput laut.

Dua hasil riset ini memang terus dikembangkan Unair. Bahkan Unair sudah memiliki tempat khusus untuk memproduksinya. Semua merupakan pendanaan yang diberikan Kementerian Riset dan Teknologi.

Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengaku bangga dengan riset dan inovasi yang dilakukan Unair ini. Apalagi, ini di bidang kesehatan dan farmasi yang bisa berdampak langsung ke masyarakat.

“Misalnya stem cell, bagaimana ini menjadi alternatif pengobatan baru bagi masyarakat dengan mengandalkan apa yang dimiliki tubuh sendiri. Ini sangat revolusioner. Juga cangkang kapsul, selama ini dibuat dari gelatin yang dipertanyakan kehalalannya sekarang dibuat dari rumput laut yang sudah pasti halal,” jelasnya usai menghadiri Dies Natalis ke-65 Universitas Airlangga, Senin (11/10).

Prof Bambang mengungkapkan, kedua temuan itu bisa dikembangkan dan diproduksi massal. Sehingga harga nantinya bisa lebih murah. Dengan begitu masyarakat bisa memanfaatkan dua produk temuan ini.

Karena itu, Kemenristek akan memfasilitasi terjadinya kemitraan antara Unair dengan dua produknya itu dengan dunia usaha. Prof Bambang menegaskan pihaknya akan menjadi fasilitator agar produk itu bisa diproduksi secara massal.

INOVASI : Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro (kiri) bersama Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih (tengah) saat melihat produksi cangkang kapsul dari rumput laut di Unair, kemarin. DUTA/istimewa

“Dengan Kementerian Kesehatan juga akan kami fasilitasi. Dengan Kementerian Perindustrian juga akan kami fasilitasi. Terutama dengan dunia usaha. Karena dunia usaha ini yang nantinya akan memproduksinya secara massal,” tukasnya.

Selain itu, kata Prof Bambang, pihaknya akan berupaya agar dua produk Unair ini bisa menjadi produk yang tersertifikasi, mendapatkan izin edar dan ujung bisa diproduksi secara luas serta bermanfaat langsung  bagi masyarakat

Rektor Unair Prof Nasih  mengungkapkan stem cell merupakan salah satu inovasi yang hingga kini terus dikembangkan oleh ilmuan Unair. Di Unair, Stem cell dimonitori Dr dr  Purwati SpPD dari Fakultas Kedokteran bersama Prof Dr drh  Fedik Abdul Rantam dari Fakultas Kedokteran Hewan.

“Dengan dukungan semua pihak, syukur alhamdulillah, dalam waktu dekat ini, Insya Allah, izin edar stem cell akan siap keluar,” tandas Rektor.

Dies Natalis ke-65 Unair juga dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, beberapa kepala daerah salah satunya adalah Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anaz. Dalam hal ini Unair memberikan penghargaan kepada Gubernur Khofifah sebagai alumni Unair yang beprestasi dan kepada Kabupaten Banyuwangi sebagai daerah paling inovatif. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry