
SURABAYA | duta.co – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir mendantangani prasasti sebagai tanda peresmian Laboratorium Laboratorium Bola Basket Sigit Masirat dan Laboratorium Petanque Cak Hasan di kampus 2 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Lidah Wetan, Surabaya, Kamis (2/10).
Saat jumpa pers di hadapan awak media, Erick Thohir yang didampingi Rektor Unesa dan jajaran, appreciate terhadap terobosan dan langkah Cak Hasan selaku rektor Unesa yang mengenalkan olahraga pétanque kepada masyarakat.
“Petanque mungkin tidak banyak orang Indonesia mengerti, tapi hari ini akan menjadi target penting dari SEAGames kita. Dimana sebelumnya kita 87 medali, kita kehilangan sampai 41 medali karena tidak dipertandingkan. Kita sekarang terus mencari penggantinya dari mana. Pétanque dari 6 nomor yang diikutkan, insyaa Allah ada 1 emas,” ujar Erick.
Ditambahkan Menpora, pihaknya selalu mendukung Unesa untuk terus mengembangkan banyak cabang olahraga dan sebagai penyelenggara event keolahragaan nasional maupun internasional. “Saya mendukung hal itu, karena fasilitasnya ada. Di sini tidak hanya infrastruktur olahraganya, tapi ada penginapan, makan, bahkan sport science, juga kesehatan psikologi. Bahkan secara data, mental health anak muda Indonesia mungkin hampir 30 – 40 persen terkena. Jadi psikologi olahraga ini sangat penting,” ungkap Menpora.
“Para olahragawan-olahragawati kita juga membutuhkan sebuah intrik untuk melepas tekanan, dan itu tidak mudah. Saya percaya psychology sport ini penting. Sejak awal beberapa timnas selalu saya dorong selalu menggunakan psychology sport. Bahkan, saya dengar tadi, Coach Nova, mohon maaf untuk mematikan sosial medianya untuk Timnas U-17. Karena jangan sampai pemain dan pelatih terdistrupsi dengan fokus-fokus yang tadi dapat memecah bagian dari komitmen mereka,” tandas Erick.
Di tempat yang sama, Rektor Unesa Cak Hasan menyampaikan kepada awak media, bahwa selama ini Unesa sudah sering menjadi tuan rumah atau penyelenggara event-event nasional dan internasional. “Kami sudah sering menjadi tuan rumah event olahraga internasional. Bahkan setiap tahun secara khusus kami menggelar turnamen pétanque internasinal,” kata Prof Nurhasan.
Sementara itu, Ketua Umum Federasi Olahraga Petanque (FOPI) Jawa Tumur, Dwi Cahyo Kartiko menyambut bahagia atas diresmikannya Laboratorium Petanque Cak Hasan di Kompleks Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa. Menurutnya, ini akan menjadi sarana pembinaan atlet-atlet pétanque sekaligus juga para pendukungnya, seperti pelatih dan arbitrenya.

Prestasi Petanque Unesa dan Jatim
“Terima kasih kepada Bapak Erick Thohir yang telah berkenan hadir melihat langsung sekaligus untuk meresmikan Lapangan Petanque Indoor UNESA. Kunjungan Bapak Ercik Thohir ini tentu menjadi motivasi dan semangat luar biasa bagi kami untuk terus memajukan olahraga di tanah air, salah satunya adalah Petanqe, dan Bola Basket, yang lapangannya hari ini juga diresmikan oleh beliau,” ujarnya.
Menurut pria yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor IV Unesa itu, Lapangan Petanque Indoor UNESA ini bukanlah sekadar fasilitas biasa. “Kami bangga menyampaikan bahwa ini adalah satu-satunya yang termegah di Indonesia, sebuah bukti komitmen UNESA dalam menyediakan sarana prasarana olahraga berstandar internasional. Lapangan ini dirancang untuk menjadi pusat pembinaan atlet petanque yang unggul, tidak hanya bagi mahasiswa kami, tetapi juga bagi seluruh atlet di Indonesia, lanjutnya
“Komitmen kami sudah membuahkan hasil. Tim Petanque Jawa Timur, yang sebagian besar diwakili oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNESA, baru-baru ini berhasil meraih prestasi gemilang. Dengan semangat juang tinggi, mereka sukses menyabet gelar Juara Umum pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2025 kemarin. Prestasi ini menjadi penanda bahwa bibit-bibit atlet berpotensi besar lahir dari kampus ini,” urai Dwi Cahyo.
“Dan yang paling membanggakan juga, atlet Petanque dari Unesa tahun kemarin juga sangat membanggakan di ajang ASEAN University Games (AUG) 2024. Bahkan Anjani Dwi Aprilia (asal Pasuruan, yang juga mahasiswa FIKK Unesa) berhasil meraih medali emas di Kejuaraan Asia di Taiwan,” lanjutnya.
“Saat ini, kami kembali mendapat kepercayaan besar dari PB FOPI untuk Tim Petanque Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan di UNESA sebagai persiapan menghadapi SEA Games di Bangkok, Thailand Desember mendatang. Mereka adalah harapan kita bersama, para duta bangsa yang akan berjuang membawa pulang medali emas,” pungkasnya. arm






































