Yudik Ainur Rahman. (FT/IST)

SUMENEP | duta.co – Buku ‘NU Jadi Tumbal Politik Kekuasaan, Siapa Bertanggungjawab?’ karya Drs Choirul Anam (Cak Anam) memicu rasa ‘ingin tahu’ warga nahdliyin di berbagai daerah.

Jumat (12/4/2019) di Pendopo Wali Songo Ombul Lobuk Sumenep, Jam’iyyah Sonar (Shalawat Nariyah) yang dimotori Yudik Ainur Rahman mengadakan kajian buku tersebut. Meski tanpa kehadiran penulis (Cak Anam), kajian berjalan serius dan menarik. Hal yang sama akan digelar di lain tempat.

“Rasa ingin tahu warga NU terhadap buku ini, sangat luar biasa. Baik yang menjadi pengurus (struktur) maupun warga NU biasa. Dari buku ini, nahdliyin bisa mengkaji sekaligus instropeksi, bagaimana menjadi pengurus yang baik dan benar,” demikian Yudik Ainur Rahman kepada duta.co, Minggu (14/4/2019).

Masih menurut Yudik Ainur Rahman, meski tanpa kehadiran penulis (Cak Anam red.) nahdliyin bisa membaca dan saling melengkapi. “Hebatnya, hampir semua sepakat, bahwa, mayoritas pengurus NU sekarang lebih sibuk politik praktis, NU secara jamiyah diperalat. Jadi tumbal alias dikorbankan demi politik,” tegasnya.

Di samping itu, terangnya, kebanyakan warga NU bangga membaca buku tersebut. Artinya, masih ada kader-kader NU yang mau mengingatkan. “Saya sendiri melihat buku ini adalah bentuk cintanya penulis kepada jamiyah NU. Dari buku tersebut banyak inspirasi yang didapat, salah satunya bagaimana menjadi pengurus NU yang benar,” paparnya.

Diakui, bahwa, selain setuju, ada juga yang kontra buku itu. “Wajarlah! Ada tarikan kanan-kiri. Tetapi, sejatinya semua itu untuk menjaga keseimbangan NU, netral. Ketika NU seimbang, ada di tengah-tengah, di saat itu NU semakin maslahah untuk umat,” tegasnya.

Nahdliyin, katanya, sangat yakin, siapa yang memperalat NU akan kualat. “Hampir semua yang ikut kajian sepakat, bahwa siapapun yang mempermainkan NU, apalagi  untuk merebut kekuasaan, akan kualat. Dan lazimnya tidak akan menang,” tegasnya.

Selain jamaah Sonar (Shalawat Nariyah), kajian yang sama juga akan dilakukan jamaah-jamaah nahdliyin di lain tempat di Madura. “Ini tidak ada kaiatannya dengan pemilu, sehingga tidak terikat minggu tenang,” tambahnya sambil tertawa. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry