
MAKKAH — Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) KH Mochamad Irfan Yusuf mengapresiasi dedikasi para petugas haji yang melayani para jamaah calon haji, khususnya kalangan lanjut usia (lansia), di kawasan Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.
“Saya mencermati kerja petugas-petugas yang luar biasa. Alhamdulillah, dengan semangat jamaah yang diimbangi petugas yang sigap, para sesepuh yang rata-rata berusia 80 tahun ini bisa menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya,” kata Menhaj Irfan Yusuf usai melakukan peninjauan di Terminal Syib Amir, Makkah, terbaca duta.co, Kamis (21/5/26).
Gus Irfan, panggilan akrabnya, menjelaskan peninjauan langsung ke lapangan tersebut dilakukan guna memastikan seluruh jamaah calon haji mendapatkan pelayanan yang optimal dari para petugas, yang bahkan terus bersiaga melayani sejak pagi hari.
Dalam kesempatan tersebut ia menyempatkan diri untuk menyapa dan berbincang hangat dengan sejumlah jamaah calon haji, salah satunya yang berasal dari Kalimantan. Berdasarkan interaksi tersebut, ia menyebut para jamaah mengapresiasi kualitas pelayanan yang diberikan oleh petugas di lapangan.
Menhaj pun menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melakukan evaluasi berkala terhadap setiap penyelenggaraan operasional haji. “Kita akan selalu mengevaluasi. Kelebihan yang ada kita pertahankan dan kita tingkatkan, kekurangan segera kita tutup dan perbaiki. Hal itu yang harus terus dilakukan,” ujar Menhaj Irfan.
Terkait dinamika antrean dan penumpukan bus di sejumlah terminal, Menhaj meminta agar jamaah calon haji tetap tenang. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut murni merupakan imbas dari kebijakan rekayasa lalu lintas yang diterapkan oleh Pemerintah Arab Saudi menjelang puncak ibadah di Arafah.
“Menjelang Arafah ada rekayasa lalu lintas yang dilakukan Pemerintah Saudi, sehingga beberapa bus harus berputar-putar. Kami memaklumi keterlambatan tersebut, namun kami pastikan dan upayakan secara maksimal seluruh jamaah tetap terangkut kembali ke hotelnya masing-masing dengan aman,” kata Menhaj Mochamad Irfan Yusuf.
Hal yang sama disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak saat meninjau langsung kondisi dan layanan pemondokan jemaah haji Indonesia di kawasan Syiyah, Makkah, Arab Saudi, Kamis (21/5/2026). Langkah ini diambil guna menjamin seluruh fasilitas di lapangan berjalan responsif serta sesuai kebutuhan para jemaah.
Pengecekan fasilitas tersebut dilakukan dengan mengitari beberapa hotel yang menjadi tempat menginap para jemaah asal Indonesia. Seperti dilansir Investor Daily, pemantauan langsung meliputi aktivitas pemenuhan kebutuhan logistik, kualitas menu makanan, hingga situasi lingkungan di sekitar penginapan.
“Ba’da Subuh, saya berkeliling menyapa dan melihat aktivitas pagi jemaah haji Indonesia di hotel-hotel yang tersebar di daerah Syiyah. Mulai dari aktivitas belanja di pasar kaget, sarapan pagi, sekaligus mengecek menu dan kondisi hotel jemaah,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak.
Arab Pamer Tata Kelola Canggih
Arab Saudi mengklaim telah membangun standar global dalam pengelolaan kerumunan jemaah haji melalui pemanfaatan teknologi modern, perencanaan strategis, dan penguatan sistem kelembagaan. Klaim tersebut disampaikan di tengah kompleksitas penyelenggaraan ibadah haji yang melibatkan ratusan ribu hingga jutaan jemaah dalam ruang terbatas dengan waktu operasional yang sangat singkat.
Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Tawfiq Al-Rabiah, menyebut transformasi besar dalam sistem penyelenggaraan haji telah berlangsung selama lima dekade terakhir. Menurutnya, model pengelolaan haji Saudi kini tidak lagi sekadar berfokus pada respons terhadap tantangan lapangan, tetapi telah berkembang menjadi sistem operasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Selama periode ini, Kerajaan telah membentuk model global perintis dalam pengelolaan massa dan layanan kemanusiaan yang didasarkan pada integrasi perencanaan strategis, pengembangan kelembagaan, dan teknologi modern,” kata Al-Rabiah saat membuka Simposium Haji Akbar ke-50 di Jeddah, Rabu.
Simposium bertema “An active platform serving the guests of God… Half a century of knowledge enrichment” itu digelar Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bekerja sama dengan Dewan Ulama Senior.
Al-Rabiah mengatakan musim haji tahun ini menunjukkan tingkat kematangan sistem operasional Saudi dalam mengelola perjalanan jemaah, termasuk pengoperasian ribuan penerbangan dan koordinasi puluhan lembaga yang terlibat dalam salah satu sistem operasional paling kompleks di dunia.
Menurut dia, seluruh proses tersebut berlangsung dalam cakupan geografis yang terbatas dan rentang waktu yang singkat.
Al-Rabiah menjelaskan sistem penyelenggaraan haji Saudi telah mengalami perubahan mendasar. Jika sebelumnya lebih banyak berorientasi pada penanganan tantangan di lapangan, kini pendekatan yang digunakan mengandalkan inovasi, data, dan teknologi modern.
Perubahan itu, kata dia, berdampak pada peningkatan efisiensi operasional, mutu layanan, hingga kenyamanan jemaah dalam menjalankan ibadah.
“Sistem Haji telah berevolusi dari sistem yang berfokus pada penanggulangan tantangan menjadi model yang didorong oleh sains dan teknologi modern, sehingga meningkatkan efisiensi operasional, memperbaiki kualitas layanan, dan memungkinkan jamaah untuk melaksanakan ritual mereka dengan mudah dan tenang,” papar dia.
Ia menambahkan capaian tersebut tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah Saudi dalam menjaga standar pelayanan bagi jemaah haji.
Al-Rabiah menekankan bahwa upaya terpadu dan peningkatan kinerja yang disaksikan hari ini tidak akan mungkin terjadi tanpa rahmat Tuhan, dukungan dari kepemimpinan yang bijaksana, dan komitmen teguh untuk memastikan bahwa layanan yang diberikan kepada para jamaah haji memenuhi standar tertinggi. (net)



































