Tampak Gubernur Khofifah dan para pimpinan media di Jatim. (FT/Faisal)

SURABAYA | duta.co – Sejumlah wartawan senior kaget, campur kagum. Mengapa Gubernur Khofifah mengundang (silaturrahim) ratusan Pimpinan Media ke ‘Balkon Atas’ lantai 2 Gedung Negara Grahadi, Surabaya?

“Selama saya di sini, belum pernah ada Gubernur Jatim yang mengundang ratusan pimpinan media ke tempat ini (Balkon Atas red). Kalau pun ada zaman Pak Basofi, itu terbatas. Tidak seheboh ini,” demikian disampaikan Muhammad Yusri Nur Raja Agam, wartawan yang sudah 40 tahun bertugas di Surabaya ini kepada duta.co, Selasa (19/2/2019).

Menurut Bang Yusri, panggilan akrabnya, kisah ‘Balkon Atas’ ini agak serem. Gedung ini juga dikenal sebagai ‘rumah hantu’. Barangkali karena itu, Balkon Atas dan kamar-kamar yang ada, menjadi sepi penghuni.

“Saya pernah ingin tidur di sini. Dan, zaman Pak Basofi keinginan itu keturutan, saat itu Wapres Try Sutrisno ke Surabaya dan menginap di sini,” tegasnya.

Bang Yusri angkat topi dengan keberanian Gubernur Khofifah menggunakan fasilitas ini. Karena fasilitas ini sangat enak dan inspiratif. “Ndak tahu, apa karena Ibu belum lihat hantunya? Yang jelas dengan begini, hantunya akan lari,” katanya sambil tertawa.

Lain lagi dengan cerita Kepala Biro Humas Pemprov Jatim, Aris Agung Paiwai. Ia justru baru tahu kalau ada Balkon Atas yang posisinya menghadap ke Sungai Kalimas Surabaya itu.

“Jujur saja Bu, saya tidak tahu kalau ada ini, dan belum pernah naik ke sini (Balkon). Baru kali ini, tadinya saya pikir Balkon Depan,” ungkap Aris blak-blakan.

Khofifah menjawab enteng. “Kenapa kami ajak ke sini? Open space ini bisa memberikan ruang bagi kita untuk berekspresi, kita bersama-sama membangun, saling keterbukaan informasi. Ini langkah awal saya dan Mas Emil berinteraksi dengan bapak ibu, teman-teman semua baik dari media cetak, online dan elektronika,” jelas Khofifah.

Mudah Evaluasi Kinerja

Acara silaturrahim dikemas dengan nuansa santai. Khofifah minta perwakilan pimpinan media untuk bicara terlebih dahulu. Banyak hal dikupas, termasuk gagasan baru Gubernur Khofifah dan Wagub Emil dalam percepatan pembangunan di Jawa Timur.

Khofifah mengabarkan bahwa dirinya telah mengajak seluruh jajaran Pemprov Jatim untuk bersatu padu memajukan Jatim. “Jangan ada ego sektoral. Jatim adalah kita, kita adalah Jatim,” katanya.

Khofifah juga menyampaikan bahwa Pemprov Jatim sangat banyak keterbatasan, bagaimana melihat dan mendengar realitas masyarakat secara real time. Ia juga memberikan resep untuk mengukur kinerja bawahannya.

“Jadi teman-teman jurnalis kalau ingin melihat apakah OPD-OPD kami sudah CETTAR apa belum, kita bisa melakukan audit CETTAR di setiap OPD yang ada di Pemrov Jatim,” tambahnya.

CETTAR merupakan program layanan yang digagas oleh Khofifah dan Emil dalam menggeber 99 hari pertama kerja. CETTAR merupakan layanan Cepat, Efektif, Tanggap, Transparan dan Responsif.

“Jadi mudah evaluasinya, sudah CETAR apa belum?” tutupnya sambil tersenyum. (mky,zal)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.