SURABAYA | duta.co – Rapuhnya manusia — baik lahir maupun bathin — lebih karena gagal memahami jati diri sebagai abdi (hamba) Allah swt. Dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw 1440 H, jamaah masjid Ababil Graha Astranawa bekerjasama dengan Warga Muslim RW-03 Kelurahan Menanggal, Surabaya, Sabtu (6/4/2019) menggelar wayang dakwah, mengasah hati sebagai sang abdi.

“Bersama KH Sri Setyo, ki Dalang Dakwah kita ngaji bab tasawuf dengan lakon Dewa Ruci, sebuah Komtemplasi Tasawuf Sang Abdi dalam mencari Jati Diri. Jamaah nanti tidak terasa diajak memahami hakekat hidup, hakekat kita sebagai hamba. Sebab, ketika kita gagal menempatkan diri sebagai hamba Allah, maka, jati diri manusia itu akan rapuh. Baik lahir maupun bathin,” demikian Ustad H Kahfi Suharto, Takmir Majid Ababil.

Menurut Ustad Kahfi, Kiai Sri Setyo disamping dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah, Gedongan Sukoharjo, juga dikenal sebagai dalang yang piawai menuntun umat untuk memasuki ‘lorong hakekat’ kehidupan. Pagelaran wayang (kulit) dakwah ini akan menjadi tontonan yang menarik, menyenangkan sekaligus pelajaran berharga bagi jamaah.

“Jamaah juga akan dihibur ‘joke-joke’ segar yang sangat mengibur, ini membuat jamaah dijamin ‘betah’ duduk sampai selesai,” tegasnya sambil tersenyum saat menerima kedatangan rombongan Kiai Sri Setyo.

Di samping itu, acara yang motori Remaja Masjid Ababil ini juga diisi pemberian hasil jimpitan (beras) warga RW 03 Keluruhan Menanggal, Gayungan periode 2004-2007. Tiga tahun itu warga mengumpulkan jimpitan dan sudah terkumpul sekitar 2 ton beras lebih beras yang siap dibagikan.

“Ya! Ada sekitar 200 paket yang akan kita tasyarufkan kepada yang berhak (keluarga kurang mampu)). Insya-Allah, dalam pegelaran wayang dakwah nanti, di samping terhibur, warga bisa ngaji lebih dalam lagi,” jelas Budi Susanto, Ketua RW 03 Kelurahan Menanggal, Gayungan, Surabaya. (mky)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.